TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menyerukan dukungan bagi para relawan untuk turun langsung membantu pemulihan pendidikan di wilayah-wilayah terdampak banjir bandang.
Dalam perbincangan dengan jurnalis Najwa Shihab yang datang bersama kawan-kawanSave The Childrenpada Minggu, (7/12/2025), Mualem menegaskan bahwa masa depan anak-anak Aceh kini berada dalam situasi genting.
Sebab, banyak gedung sekolah, terutama yang berbahan kayu habis tersapu arus.
Selain kehilangan bangunan sekolah, akses para guru menuju lokasi juga terputus karena jalanan masih rusak dan belum bisa dilalui.
Untuk itu, ia meminta dukungan para relawan mengajar untuk ikut mengawal proses pemulihan kegiatan belajar-mengajar meskipun kegiatan itu hanya dilakukan di tenda-tenda kelas darurat, tanpa bangunan.
Mualem menegaskan kegiatan belajar-mengajar di seluruh pelosok sangat dibutuhkan anak-anak, terutama sekolah yang paling parah terkena imbas bencana ini.
"Kita harap dan kita mohon kalau boleh proses belajar-mengajar ini (dilakukan) karena sekolah-sekolah mereka yang (dibangun dari) kayu habis dibawa air."
"Kalau boleh di tenda ya, tenda-tenda yang dapat mereka (gunakan untuk kegiatan) belajar-mengajar (terutama) di semua pelosok, karena pelosok yang (paling) terdampak, imbas berat. Sebab tidak ada guru yang datang karena waktu itu (kondisi) tidak bagus, (jalanan) belum dapat dilewati. Itu yang yang utama," kata Mualem dalam YouTube @Najwa Shihab yang tayang Senin (8/12/2025).
Kepada Najwa, Mualem juga mengatakan saat ini kebutuhan yang diperlukan masyarakat meliputi obat-obatan hingga perlengkapan dapur.
Baca juga: Update: 964 Jiwa Meninggal Dunia Banjir Aceh-Sumatra, Jumlah Pengungsi Turun
"Sekarang yang apa yang kita butuhkan antara lain yang paling urgen ya obat-obatan, perlengkapan dapur, perlengkapan ibadah, juga perlengkapan beberapa hal tadi saya sudah lapor sama Presiden termasuk selimut, pakaian dan juga tempat masak, gas LPG juga, 3 kilo yang kecil itu," ujar Mualem.
Jenis Bantuan Pemerintah
Saat ini pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan sederet bantuan yang bakal diberikan kepada korban banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Pulau Sumatra, termasuk Aceh.
Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan logistik, melainkan juga pemberian santunan untuk korban meninggal serta korban luka.
Jumlah santuan untuk korban meninggal mencapai Rp15 juta dan korban luka berkisar Rp5 juta.
Pemerintah juga memberikan bantuan berupa biaya perbaikan senilai Rp60 juta per rumah.
Selain itu, ada bantuan pendidikan, khusus untuk para mahasiswa terdampak untuk keperluan biaya hidup selama 3 bulan mendatang sebanyak Rp3.750.000.
Baca tanpa iklan