Kampanye ini menyoroti bahwa HAM: positif, penting, dapat dicapai, dan menjadi fondasi kehidupan sehari-hari.
Dengan mendekatkan konsep HAM kepada pengalaman nyata, PBB berharap meningkatnya kesadaran, kepercayaan, dan tindakan bersama untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
2. International Animal Rights Day (Hari Hak Asasi Hewan Internasional)
Dalam perjalanan sejarah, hewan seringkali menjadi korban kepentingan manusia.
Dari pemanfaatan daging dan tenaga, hingga penggunaan bulu dan bagian tubuh lain untuk mode maupun seni, hewan telah lama dieksploitasi dengan dalih kebutuhan.
Pandangan bahwa hewan diciptakan semata-mata untuk memenuhi keperluan manusia telah begitu mengakar dan jarang dipertanyakan.
Momentum perubahan mulai terlihat setelah PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 1948.
Deklarasi tersebut muncul sebagai respon atas kekejaman yang terjadi selama Perang Dunia II, dikutip dari National Today.
Tak lama kemudian, kelompok pecinta hewan, organisasi advokasi, serta individu dari berbagai negara mulai menyuarakan bahwa prinsip-prinsip kemanusiaan dalam deklarasi tersebut seharusnya juga meluas ke makhluk hidup lain, terutama hewan yang kerap menjadi objek kekerasan tanpa perlindungan hukum memadai.
Mereka menilai tanggal 10 Desember harus menjadi simbol perjuangan hak-hak hewan, sebagaimana ia menjadi tonggak penting hak asasi manusia.
Pada 1970, istilah “spesiesisme” (speciesism) diperkenalkan untuk menggambarkan bentuk diskriminasi berdasarkan spesies.
Istilah ini menantang keyakinan tradisional bahwa manusia berada di puncak hierarki kehidupan dan memiliki hak moral yang lebih tinggi dibanding hewan.
Para pendukung konsep ini menyamakan spesiesisme dengan rasisme dan seksisme, prasangka yang membuat kelompok tertentu tersingkir, ditindas, atau diperlakukan tidak adil.
Bedanya, hewan tidak dapat memprotes perlakuan tersebut sehingga penderitaannya sering kali tidak terlihat.
Meskipun diskusi mengenai hak-hak hewan sudah berkembang sejak lama, baru pada 1998 sebuah deklarasi formal digagas.
Tahun itu, organisasi perlindungan hewan Uncaged resmi menetapkan International Animal Rights Day.
Baca juga: 21 Tahun Mandek, Komnas HAM Didesak Ungkap Dalang Pembunuhan Munir
Baca tanpa iklan