Sebanyak 120 guru di wilayah 3T ikut menguji keterbacaan agar pembinaan karakter bangsa menjangkau daerah terpencil.
Transformasi juga terjadi dalam pendidikan berbasis digital dan pembinaan Paskibraka.
Dari 132 ribu pendaftar, terpilih lebih dari 24 ribu anggota Paskibraka 2025.
Sebanyak 76 di antaranya bertugas di tingkat pusat dan dibina sebagai Duta Pancasila Paskibraka Indonesia.
BPIP mencatat telah menyelaraskan lebih dari 180 regulasi hingga 2025, serta memberikan 104 rekomendasi kebijakan yang dinilai belum selaras dengan nilai Pancasila.
“Negara hanya bisa kokoh jika kebijakannya berakar pada nilai. Di situlah Pancasila harus hadir,” pungkas Yudian.
Wakil Kepala BPIP Rima Agristina menegaskan komitmen memperkuat jati diri bangsa di tengah dinamika global.
“BPIP tidak hanya melakukan refleksi dan introspeksi diri, tetapi juga mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong. Dunia terus bergerak secara dinamis, dengan berbagai plus dan minus. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita semua terus menguatkan jati diri bangsa, yakni Pancasila,” ujarnya.
Rima menambahkan, penguatan nilai Pancasila sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkokoh ideologi sekaligus meminimalkan pengaruh negatif yang menggerus persatuan.
“Itulah sebabnya kami menghadirkan lintas sektor dalam kegiatan ini. Ada komunitas, ada adik-adik pelajar, dan semuanya terlibat aktif,” katanya.
Baca tanpa iklan