News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Presiden Prabowo Perintahkan Menhut Audit dan Evaluasi Total PT TPL

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAJA JULI ANTONI - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, (23/10/2025). Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar dilakukan audit dan evaluasi total terhadap PT PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) imbas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatra. (Taufik Ismail)

Abdul Muhari mengatakan, korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra bertambah 10 orang.

Sembilan di antaranya berasal dari Aceh dan satu lainnya ditemukan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Total korban jiwa akibat bencana Sumatra hari ini menjadi 1.016 orang.

"Untuk hari ini hasil pencarian dan pertolongan, bertambah 10 jasad yang ditemukan. Khususnya di Aceh ada sembilan dan satu dari Kabupaten Agam."

"Sehingga total yang kemarin rekapitulasi jumlah korban tiga provinsi itu 1.006 jiwa, hari ini bertambah 10 menjadi 1.016 jiwa," kata Abdul Muhari dalam konferensi, Minggu.

Kemudian data korban hilang menjadi 212 orang, berkurang lima dari data sebelumnya, yakni 217 orang.

Kapusdatin BNPB itu menegaskan, jumlah korban meninggal yang ditemukan dan pengurangan korban hilang pada hari ini memang tidak sinkron.

Karena data korban hilang ini tidak hanya berasal dari data yang ditemukan di lapangan, tapi juga berasal dari penambahan identifikasi korban yang sebelumnya sudah ditemukan.

"Untuk data korban hilang, kemarin 217, saat ini 212. Kenapa tidak sinkron, kalau yang meninggalnya ada bertambah 10, harusnya yang hilang berkurang 10."

"Ini seperti yang kami sampaikan, data korban yang hilang, ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan, tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya sudah ditemukan, kemudian dikonfirmasi ternyata bukan dari warga kabupaten A, pindah ke kabupaten B."

"Hal-hal dinamis seperti ini terus kita dapati di lapangan, supaya pencatatan kita benar-benar sesuai dengan identifikasi by name, by address di tiap kabupaten/kota," jelas Abdul Muhari.

Kemudian untuk data jumlah pengungsi, Abdul Muhari menyebut hari ini berkurang menjadi 624.670, berkurang sebanyak 29.972 orang.

"Untuk jumlah pengungsi, dari 654.642 kemarin, hari ini 624.670. Jadi ada pengurangan dan ini kita terus konfirmasi."

"Di mana pengurangan ini memang benar kembali ke rumah masing-masing, atau pengurangan ini masih berstatus pengungsi seperti kami sampaikan, pindah dari titik pengungsian terpusat ke pengungsian mandiri, tetapi tetap bergantung pada suplai makanan, logistik yang didapatkan dari dapur umum."

"Ini terus kita pastikan angkanya supaya kebutuhan pangan untuk saudara kita yang terdampak bencana bisa tetap terus dipenuhi," imbuh Abdul Muhari.

(Tribunnews.com/Deni/Faryyanida)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini