Hingga kini, penyidik masih memburu Resbob di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Timur.
"Kami juga melacak ke wilayah Jawa Timur. Ada dua lokasi di sana, yakni Surabaya dan Pasuruan."
"Kami juga telah menemui kekasihnya. Informasinya yang bersangkutan telah berpindah kembali ke arah barat (Jateng)" tukasnya.
Menurutnya, kasus ini menimbulkan polemik karena suku Sunda dihina oleh terlapor.
"Ini bisa menjadi pelajaran yang baik bagi si Resbob supaya tak terulang lagi," lanjutnya.
Ia meminta keluarga atau kerabat melapor jika menemukan Resbob agar kasus ini segera ditindaklanjuti.
"Kami imbau ke orang tuanya juga jika ada komunikasi dari Resbob agar beritahukan ke kami serta bisa menyerahkannya ke kami. Sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik," katanya.
Tuai Sorotan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serta komedian Entis Sutisna atau Sule mengomentari postingan Resbob.
Dedi Mulyadi meminta warga tidak emosi dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian.
“Sudah dilaporkan, biarkan hukum yang menyentuh, jangan kotori mulut dan tangan kita lagi,” ucapnya.
Sedangkan Sule mempertanyakan maksud dan tujuan Resbob merendahkan suku Sunda.
"Naon maksudna coba (apa maksudnya coba)," kata Sule.
YouTuber asal Bandung yang akrab disapa Guru Gembul juga menyoroti kasus ujaran kebencian Resbob.
Menurutnya, orang tua Resbob harus menanggung beban moral dari ucapan yang dianggap rasis.
"Bayangkan, seandainya seorang ibu punya anak dua kayak gitu kelakuannya. Masalah agama diremehkan, kesukuan diprovokasi, kata-katanya toxic semua."
"Akhirnya yang harus ngepel, nyebokin dan bersih-bersih siapa? Ibunya. Yang katanya harus sujud-sujud, yang harus cium kaki ke sana kemari minta agar anak-anaknya untuk dimaafkan," bebernya.
Baca tanpa iklan