TRIBUNNEWS.COM - Berikut profil Muhammad MTA, Jubir Pemerintah Aceh.
Muhammad MTA kini sedang disorot karena dirinya adalah pihak yang pertama kali mengaku bahwa Pemerintah Provinsi Aceh mengirim surat kepada dua lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lembaga tersebut United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children's Fund (UNICEF).
Surat berisi permintaan bantuan untuk turun tangan dalam bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh.
Pernyataan Muhammad MTA soal berkirim surat ke PBB ia keluarkan pada Minggu (14/12/2025).
Dua hari kemudian, tepatnya pada Selasa (16/12/2025), ia memberikan klasifikasinya.
Ia menyebut ada kesalahpahaman, surat bukan ditujukan ke PBB, melainkan lembaga di Indonesia.
Terlepas dari berita di atas, siapa Muhammad MTA?
Baca juga: Profil Mualem, Gubernur Aceh yang Tegaskan Tak Tahu soal Surat Permohonan Bantuan ke Lembaga PBB
Profil Muhammad MTA
Dikutip dari acehprov.go.id, Muhammad MTA ditunjuk sebagai Jubir Pemerintah Aceh oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).
Surat tugas diberikan Mualem ke Muhammad MTA di Banda Aceh, Jumat (14/11/2025).
Muhammad MTA dipercaya membantu menyampaikan kebijakan serta program Pemerintah Aceh kepada publik dan media.
Ia juga akan bekerja sama dengan jubir yang telah ada, Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man.
Serambinews.com mencatat, Muhammad MTA lahir di Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh pada 1 Mei 1979.
Dirinya kini telah berumur 46 tahun.
Baca tanpa iklan