TRIBUNNEWS.COM - Islah Bahrawi, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), buka suara soal polemik yang terjadi dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Meski hanya seorang Nahdliyin, Islah mengaku memahami betul konflik yang terjadi di dalam tubuh organisasi pusat NU.
Dia meyakini konflik yang terjadi hingga timbul perpecahan di dalam tubuh kepengurusan NU, berkaitan dengan tambang.
"Saya pastikan memang persoalan konflik di PBNU itu karena persoalan tambang. Kalau ada gus atau kiai yang menolak bahwa ini bukan karena tambang, ayo debat sama saya," tegas Islah dalam diskusi bersama politikus yang juga mantan wartawan, Akbar Faizal, dalam YouTubenya Akbar Faizal Uncensored yang tayang Sabtu (19/12/2025).
Ia menilai ada penumpang gelap di dalam tubuh kepengurusan NU.
Penumpang gelap itu, kata Islah, hanya memikirkan bagaimana PBNU menjadi ladang cuan bagi dirinya sendiri.
"Untuk kiai-kiai yang doyan uang yang hanya mencari cuan di dalam tubuh PBNU itu saya sudah anggap bukan kiai lagi."
"Saya anggap dia penumpang gelap di NU. Dia hanya ingin membajak jubah-jubah kesalihan," ujar Islah.
Pernyataan ini lantang disampaikan Islah, namun bukan tanpa alasan.
Islah pun menceritakan dirinya sangat paham NU meskipun hanya seorang Nahdliyin.
PBNU Kelola Tambang
Baca juga: Sosok Gus Alex, Eks Stafsus Menag Potensi Dipanggil KPK Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Ketua PBNU
PBNU menerima izin usaha penambangan (IUP) khusus atas wilayah tambang bekas KPC Kaltim seluas sekitar 25.000 hektar dengan Perpres nomor 70 yang dikeluarkan pada masa kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden ke-7 RI.
Kepada Akbar, Islah menceritakan dirinya pernah diminta terlibat untuk melakukan due diligence terhadap proposal bisnis persoalan tambang.
Due diligence (uji tuntas) adalah proses investigasi, analisis, dan pemeriksaan menyeluruh terhadap suatu perusahaan atau objek transaksi sebelum mengambil keputusan penting seperti investasi, akuisisi, atau merger, dengan tujuan untuk mengungkap informasi material, menilai potensi risiko, dan memastikan kebenaran data, sehingga keputusan yang diambil lebih tepat dan meminimalkan kerugian finansial atau reputasi.
Islah pun diminta oleh pengurus PBNU untuk mempelajari proposal dari PT Anugerah Perdana Nusantara itu.
Karena NU tidak bergerak di bidang bisnis, NU lalu menggandeng PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara, perusahaan yang diduga berafiliasi dengan Boy Thohir, kakak Erick Thohir.
Baca tanpa iklan