News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Nadiem akan Buka Chat Grup WA soal Kasus Chromebook di Sidang, Termasuk Grup Mas Menteri Core Team?

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GRUP WA NADIEM MAKARIM - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) 2019-2024 Nadiem Makarim tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Nadiem Makarim diperiksa KPK dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait pengadaan Google Cloud. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN. Kuasa hukum Nadiem Makarim, Ari Yusuf mengklaim pihaknya memiliki bukti chat yang ada dalam Grup WhatsApp yang diikuti Nadiem terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019-2022. Bukti chat Grup WhatsApp ini akan dibuka Ari dalam sidang Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendatang.

"Sebelum menduduki jabatan sebagai Mendikbud, sekitar bulan Juli 2019 dan Agustus 2019, terdakwa Nadiem Anwar Makarim membuat dua grup WhatsApp (WA), yaitu grup WA ‘Education Council’ dan grup WA ‘Mas Menteri Core Team’,” ujar JPU dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

Apa yang bisa diketahui dari dua grup WA yang dibuat Nadiem Makarim?

Jumlah grup: Ada dua grup WA yang dibuat pada Juli–Agustus 2019, sebelum Nadiem resmi menjabat Menteri Pendidikan.

  • Education Council
  • Mas Menteri Core Team

Siapa saja anggotanya?

  • Jurist Tan (kini buron dalam kasus Chromebook)
  • Najeela Shihab (kakak dari Najwa Shihab)
  • Fiona Handayani (mantan Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim)
  • Sejumlah orang dekat Nadiem yang disebut sebagai tim inti

Baca juga: Sidang Dakwaan Nadiem Ditunda, Ibunda Ucap Terima Kasih ke Hakim dan Jaksa

Apa tujuan grup?

Pihak Nadiem: Menjadi wadah komunikasi internal untuk membahas arah kebijakan pendidikan digital.

Jaksa: grup ini digunakan untuk membicarakan proyek digitalisasi Kemendikbud, termasuk pengadaan laptop Chromebook dan sistem CDM.

Konteks dakwaan:

Jaksa menilai pembentukan grup WA ini menunjukkan adanya koordinasi awal sebelum Nadiem menjabat resmi sebagai menteri.

Grup tersebut disebut berperan dalam proses yang berujung pada dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan kerugian negara mencapai Rp1,9 triliun.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Malvyandie Haryadi)

Baca berita lainnya terkait Dugaan Korupsi di Kemendikbud.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini