TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berton-ton kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera akhir November lalu membuka mata publik akan aksi penggundulan hutan (deforestasi) di Indonesia.
Khususnya di Sumatera yang dilanda banjir bandang akibat hutan yang mulai habis ditebang sehingga tanah tak mampu menahan air hujan.
Data Kementerian Kehutanan pada medio Januari-September 2025 setidaknya 166.450 hektar lahan mengalami deforestasi.
Sementara LSM Walhi memprediksi luasannya mencapai 500–600 ribu hektar hutan di seluruh Indonesia hingga September 2025.
Belajar dari China
China memulai massif menanam pohon sejak setengah abad yang lalu.
Tak hanya dilakukan pemerintah, warga China turun-temurun menanam pohon.
Program itu dinamakan Sabuk Pelindung Tiga Utara dimulai pada tahun 1978 dan sekarang juga dikenal sebagai proyek "Tembok Besar Hijau".
Program ini meliputi 13 provinsi di seluruh China utara bertujuan untuk memerangi erosi tanah di daerah rawan kekeringan dan longsor.
Mengapa Ini Penting
Setahun setelah inisiatif tersebut diluncurkan, China menetapkan tanggal 12 Maret sebagai hari penanaman pohon nasional.
Pemerintah China menyatakan bahwa dari tahun 1982 hingga 2021, warganya telah menanam sekitar 78 miliar pohon.
Menurut statistik resmi, cakupan hutan di seluruh China telah meningkat hingga hampir 25 persen sebagai bukti keberhasilan upaya penghijauan dan restorasi lahan selama beberapa dekade.
Upaya ini berkontribusi pada penyerapan karbon sebagai bagian dari strategi mitigasi iklim di China yang lebih luas dan mendukung lapangan kerja di sektor-sektor terkait kehutanan, kata para pejabat setempat.
Gurun Disulap Menghijau
Gurun Kubuqi dikenal gurun terbesar ketujuh di China, meliputi lebih dari 5.400 mil persegi di wilayah utara Mongolia Dalam.
Telah lama daerah tersebut dikenal sangat gersang yang mengancam desa dan kota di sekitarnya dengan badai pasir, degradasi lahan, dan gangguan ekonomi.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Mongolia Dalam mulai membangun stasiun pengendali pasir dan penahan angin di sepanjang tepi utara gurun, menandai dimulainya upaya sistematis menghijaukan gurun.
Baca tanpa iklan