TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia santer disebut akan memiliki sistem pertahanan udara Buk-MB2K.
Kabar ini mencuat dan jadi pembicaraan pegiat media sosial setelah muncul postingan di akun Instagram media Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), baru-baru ini.
Postingan tersebut berisi foto dan tulisan yang menerangkan Panglima Kohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia.
Dijelaskan juga, kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.
Belum ada konfirmasi atau keterangan resmi dari pemerintah terkait akuisisi pertahanan udara jarak menengah asal blok "timur" tersebut.
Sekadar mengingatkan, dalam Indo Defence 2024 Expo & Forum Juni 2025, di Jakarta, perusahaan asal Belarusia, E-System Solutions, memamerkan model skala dari sistem rudal pertahanan udara Buk-MB2K.
Mereka menawarkan sistem pertahanan udara jarak menengah ini kepada negara-negara di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Indonesia sendiri memiliki kebutuhan mendesak untuk memiliki sistem pertahanan udara, sebagai payung perlindungan dari ancaman di masa depan.
Dari sedikit yang dimiliki Indonesia, hanya NASAMS 2 buatan Norwegia dan AS yang dapat diketegorikan layak untuk peperangan modern.
NASAMS merupakan sistem tercanggih TNI AU yang digunakan untuk melindungi wilayah Ibu Kota, dengan menggunakan rudal AIM-120 AMRAAM.
Sementara sisanya hanya rudal pertahanan udara "titik" atau jarak pendek yang tidak efektif jika harus menghancurkan sasaran seperti pesawat tempur atau ancaman rudal balistik.
Sistem Jarak Pendek (SHORAD - Short Range Air Defense) milik Indonesia
Sistem ini digunakan untuk perlindungan titik (point defense) yang efektif menghadapi ancaman helikopter, drone, dan pesawat tempur, jika terbang rendah.
- Starstreak (Inggris): Dipasang pada kendaraan VAMTAC atau RapidRanger. Ini adalah rudal berkecepatan sangat tinggi (Mach 3+) yang dimiliki TNI AD.
- Mistral (Prancis): Dipasang pada sistem Atlas (kendaraan Komodo) atau MPC (Mistral Coordination Post). Sangat efektif untuk target rendah.
- Chiron (Korea Selatan): Digunakan oleh Paskhas (sekarang Kopasgat) TNI AU, sering dipasangkan dengan meriam penangkis untuk sistem pertahanan titik.
- Rudal QW-3 (China): Rudal panggul (MANPADS) yang digunakan oleh Kopasgat TNI AU.
- TD-2000B (China): Sistem yang menggabungkan rudal QW-3 dengan meriam anti-pesawat 57mm.
Sistem Buk-MB2K
Buk-MB2K merupakan sistem pertahanan udara buatan negara Belarusia yang merupakan hasil pengembangan dari teknologi Buk Rusia, namun dengan sejumlah modifikasi signifikan.
Baca tanpa iklan