TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemunculan influenza A(H3N2 Subclade K) yang dikenal awam sebagai super flu juga menjadi perhatian dokter spesialis paru (pulmonologi) Prof Agus Dwi Susanto.
Prof. Agus menegaskan, masyarakat yang mengalami gejala flu sebaiknya memakai masker untuk mencegah penularan, terutama saat berada di ruang publik atau berinteraksi dengan orang lain.
Penggunaan masker sangat dianjurkan, terutama saat berada di kerumunan dan transportasi umum.
"Jika seseorang sudah mengalami gejala flu, meskipun belum diketahui apakah disebabkan oleh Subclade K atau bukan, langkah pencegahan penularan harus tetap dilakukan," kata dia saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (2/2/2025).
Untuk masyarakat, yang terpenting saat ini adalah menjaga stamina tubuh, dengan makan bergizi, minum dan Istirahat cukup.
Selain itu, kebersihan lingkungan dan kebiasaan mencuci tangan secara teratur juga menjadi kunci pencegahan.
Ia menjelaskan, banyak orang yang mengira penularan flu hanya terjadi melalui percikan batuk atau bicara, padahal tangan menjadi media penularan utama.
“Virus bisa menempel di benda-benda yang dipegang atau saat bersalaman dengan orang yang sakit. Ketika tangan tidak dicuci lalu menyentuh mata atau hidung, virus bisa masuk ke tubuh,” jelas Prof. Agus.
Terkait vaksinasi, Prof. Agus menyebut vaksin flu tetap dianjurkan terutama bagi mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
Prof. Agus mengungkapkan, virus influenza A (H3N2) subclade merupakan influenza musiman H3N2.
Di beberapa negara dilaporkan ada perbedaan tingkat keparahan.
Gejalanya antara lain:
- demam tinggi,
- bisa mencapai 39–41°C (flu musiman biasanya sekitar 38–38,5°C),
- nyeri otot
- badan terasa sangat lemas,
- batuk kering,
- sakit kepala yang lebih berat.
“Tapi kondisi ini tidak lebih berat dibanding Covid-19 pada fase awal pandemi, seperti saat varian Delta,” tegas dia.
Jika dibandingkan dengan virus Covid-19 yang berkembang saat ini atau di fase endemi, gejala influenza subclade K bisa terasa lebih berat.
“Covid-19 sekarang rata-rata gejalanya ringan sampai sedang. Demam tidak terlalu tinggi, dua–tiga hari sudah membaik. Sementara flu ini, keluhannya bisa lebih berat,” ujarnya.
Baca tanpa iklan