News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembakaran Masjid di Iran Dibesar-besarkan Media Barat, Eks Dubes RI: Ada Keterlibatan AS

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMBAKARAN MASJID - Sebuah masjid di Kota Teheran, Iran, dibakar oleh sekelompok orang di tengah aksi demonstrasi, Januari 2026.

Dian mengklaim sudah menjadi rahasia umum bahwa AS dan para kaki tangannya seperti Israel selalu berusaha menggoyang pemerintahan yang tidak sejalan dengan kepentingannya, misalnya pemerintahan Ali Khamenei.

“Mereka ingin kembali berpengaruh dan berperan terhadap Iran yang memang punya sumber daya alam luar biasa,” ucap Dian.

Dian lalu menyinggung Venezuela yang menjadi target AS. Negara di Amerika Latin itu memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar.

“Di Timur Tengah siapa? Ada beberapa negara, tapi Iran termasuk salah satu yang memiliki cadangan luar biasa di bidang minyak dan gas.”

Mengenai apakah aksi demonstrasi di Iran akan menggoyang pemerintahan Ali Khamenei, Dian merasa hal itu masih terlalu jauh. Alasannya, aksi unjuk rasa tandingan yang mendukung rezim Khamenei juga mulai bergerak.

Dian mengatakan Iran hingga saat ini masih bisa bertahan meskipun dihujani sanksi oleh Barat.

“Semangat peradaban, semangat keyakinan kepada kepercayaan Islamnya yang dikatakan Syiah, tidak akan membiarkan negara mana pun bisa memporak-porandakan Iran.”

Baca juga: Trump Ancam Negara yang Berbisnis dengan Iran Terancam Tarif 25 Persen AS, Ada China hingga Rusia

Pembakaran masjid

Beberapa hari lalu muncul video viral yang memperlihatkan api berkobar di sebuah masjid besar di Kota Teheran.

Asap membubung tinggi dari masjid itu. Di sekeling masjid terdapat banyak sekali orang yang berkumpul. Mereka terdengar meneriakkan yel-yel.

Pembakaran ini diberitakan media-media Barat, misalnya NBC, New York Post, Euro News, CNN, BBC, dan lainnya.

Media pemerintah Iran Press TV juga turut memberitakannya. Menurut Press TV, masjid yang dibakar adalah Masjid Al-Rasool di kawasan Saadat Abad.

Saat ini dilaporkan ada ratusan orang di Iran yang tewas dalam aksi unjuk rasa. Sementara itu, Tasnim memberitakan ada 109 aparat keamanan yang tewas karena kerusuhan.

Aksi protes itu berawal dari unjuk rasa beberapa pengusaha di Kota Teheran karena mata uang Iran mengalami depresiasi parah pada bulan Desember 2025.

Unjuk rasa kemudian meluas. Para demonstran mengeluhkan situasi ekonomi di Iran, dugaan korupsi, dan kesalahan pemerintah dalam mengurus negara.

Adapun pemerintah Iran menuding AS dan Israel berada di balik unjuk rasa yang berujung ricuh.

(Tribunnews/Febri)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini