"Pasti dong (membuat laporan) masa iya nggak ngelaporin. Cuma memang saya ini lagi cek ombak dulu siapa saja yang intervensi korban," jelasnya.
Di sisi lain, Adam Deni mengaku dituduh oleh salah satu petinggi Holywings Group sebagai sosok di bali akun Instagram @skyholic888.
Sebagai informasi, akun tersebut menjadi pihak yang pertama kali menyebarkan informasi terkait penipuan investasi kripto yang diduga dilakukan oleh Timothy Ronald.
Baca juga: Pelapor Timothy Ronald Mengaku Tergiur Kemewahan, Dijanjikan Profit Hingga 500 Persen
Dia mengatakan petinggi Holywings Group itu menghubunginya via WhatsApp dan langsung menanyakan apakah dirinya adalah sosok di balik akun @skyholic888.
Adam Deni merasa terancam atas pertanyaan tersebut dan menganggap hal itu merupakan tuduhan serius.
"Saya sendiri mengalami sebuah tuduhan dari salah satu petinggi Holywings Group. Dia langsung chat saya, dia langsung bertanya 'apakah akun skyholic888 itu punya saya', kan nggak etis."
"Dia pertama DM saya, tanya nomor WA saya dan malah nanya begitu. Itu kan sudah masuk tuduhan," ujarnya.
Adam Deni pun mempertanyakan sikap petinggi Holywings Group tersebut.
"Kenapa petinggi HWG ketika kita mempermasalahkan TR, mereka itu kok merasa terusik gitu lho dan mencari-cari pemilik akun skyholic."
"Apakah mereka ada sangkutpautnya jika TR nanti di-oranyekan (ditetapkan menjadi tersangka-red) di PMJ (Polda Metro Jaya). Saya ingin memberitahu mereka, kalau memang bersih nggak usah risih lah," tegasnya.
Timothy Ronald Disebut Sedang di Thailand
Adam Deni menyebut saat ini Timothy Ronald sedang berada di Thailand.
Menurutnya, apa yang dilakukan Timothy Ronald menjadi wujud ia tidak memiliki itikad baik.
Baca juga: Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
Selain itu, dia menilai bahwa kepergian Timothy Ronald ke Thailand menjadi bentuk sosok berusia 25 tahun itu merasa salah.
"Sekarang buktinya aja ketika laporan ini naik dan berita di mana-mana, kenapa TR (Timothy Ronald) tidak mengklarifikasi dan meminta permohonan maaf dan malah ke Thailand. Itu bisa dilihat sendiri lah."
"Harusnya kalau dia memang tidak salah, itikad baik itu harus ada," katanya
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Reynas Abdila)
Baca tanpa iklan