TRIBUNNEWS.com - Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sekaligus pindah matra atlet angkat besi atau lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, masih menjadi sorotan.
Rizki menerima kenaikan pangkat dari Letda menjadi Kapten, sebagai prestasi atas perolehan medali emas sekaligus memecahkan rekor saat SEA Games 2025.
Tak hanya mendapat KPLB, Rizki juga pindah matra dari Angkatan Laut (AL) ke Angkatan Darat (AD).
Namun, Rizki ternyata bukan tentara pertama yang pindah matra.
Pengamat politik dan pertahanan keamanan Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, mengatakan perpindahan matra di tubuh TNI sudah terjadi sejak Operasi Trikora Pembebasan Irian Barat pada 1961-1962.
Kala itu, kata Selamat, ada dua perwira Korps Zeni AD pindah matra ke AL untuk memperkuat Korps Komando Operasi (KKO) TNI AL, kini dikenal sebagai Korps Marinir.
Baca juga: Dapat KPLB Dua Tingkat Sekaligus, Berapa Gaji Lifter Rizki Juniansyah setelah Jadi Kapten?
Perpindahan matra saat Operasi Trikora saat itu dilakukan untuk keperluan organisasi dan operasi militer.
"Tidak benar kasus pindah matra di TNI, baru terjadi kali ini, ketika Rizki Juniansyah pindah dari Matra Laut ke Matra Darat," kata Selamat kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2026).
"Peristiwa itu terjadi ketika TNI AL akan membentuk Batalyon Zeni KKO. Oleh karena itu pimpinan TNI AL meminta kepada pimpinan TNI AD, agar perwira pertama Korps Zeni Angkatan Darat 'membidani' kelahiran Yonzi (Batalyon Zeni) KKO AL," jelasnya.
Diketahui, Rizki pindah matra ke AD setelah sebelumnya dilantik sebagai perwira TNI AL pada 27 November 2025, lewat jalur Dikmapa Prajurit Karier (PK) Keahlian Khusus Siber.
"Alhamdulillah, sekarang saya dipindahkan ke TNI Angkatan Darat," jelasnya.
Informasi ini pun telah dikonfirmasi oleh pejabat di lingkungan TNI pada Sabtu (10/1/2026).
KPLB Rizki Tak Lazim, tapi Tak Langgar Aturan
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi berkomentar soal KPLB Rizki Juniansyah.
Meski KPLB Rizki tak lazim di tubuh TNI, Fahmi menekankan hal tersebut tidak melanggar aturan.
Ia mengatakan KPLB dua tingkat sekaligus seperti yang didapat Rizki, belum pernah terjadi dalam praktik pembinaan karier TNI sebelum tahun 2025.
Baca tanpa iklan