"Saya enggak tahu (cocok jadi Wamenkeu), tergantung Presiden Prabowo, tapi kalau dari pengetahuan ekonomi, dia cukup," kata Purbaya usai menggelar pertemuan dengan Juda Agung di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
Menurut Purbaya, pertemuan tersebut sebatas diskusi mengenai kondisi ekonomi nasional.
Saat ditanya apakah Juda Agung cocok menjabat sebagai Wamenkeu, Purbaya menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Kepala Negara.
Purbaya juga mengaku tidak mengetahui apakah Juda Agung merupakan kandidat tunggal atau masih ada nama lain yang dipertimbangkan.
"Saya enggak tahu. Jadi Pak Juda ketemu saya juga saya enggak tahu sebagai apa. Pokoknya dia di BI mau lihat ini-ini yaudah kita diskusi ekonomi seperti apa. Nanya keuangan seperti apa," ucapnya.
Ia menegaskan, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait posisi Wakil Menteri Keuangan.
"Tapi saya nggak tau dia kandidat tunggal apa ganda. Kandidat kan belum resmi," imbuhnya.
Sebelumnya, Purbaya membenarkan akan ada pertukaran posisi Wamenkeu yang dipegang Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur BI yang dipegang Juda Agung.
"Kayaknya switch ya kelihatannya. Kalau bocornya seperti itu ya? Kayaknya begitu, switch kelihatannya begitu," kata usai rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (19/1/2026).
Ia mengatakan, kunjungan Wamenkeu Thomas dalam beberapa kesempatan ke Bank Indonesia itu merupakan bagian dari proses pembelajaran sebelum masuk BI.
"Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih? Kan udah ngintip dua kali cukup," ungkap Purbaya.
Namun, dirinya enggan menyebutkan kapan pergantian posisi kedua pejabat tersebut akan dilakukan.
(Tribunnews.com/Deni/Nitis)
Baca tanpa iklan