News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

4 Klaster Menteri 'Waspada' Reshuffle, Pengamat: Yang Langsung Berkaitan dengan Rakyat Paling Rentan

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ISU RESHUFFLE KABINET - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik empat jabatan menteri dan satu wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025). Pengamat menilai empat klaster menteri wajib waspada di tengah mencuatnya isu reshuffle kabinet usai retret di Hambalang pada awal Januari 2026.

TRIBUNNEWS.com - Isu reshuffle kabinet berembus setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar retret bersama jajaran menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal Januari 2026.

Menanggapi isu tersebut, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, mengatakan empat klaster menteri di kabinet Prabowo wajib waspada terkait isu reshuffle itu.

Terlebih, kata dia, menteri yang menangani kebijakan yang berkaitan langsung dengan rakyat.

Agung mengatakan menteri-menteri yang menangani program untuk rakyat, akan menjadi sorotan utama di tengah isu reshuffle saat ini.

"Menteri-menter yang menangani program-program MBG (Makanan Bergizi Gratis), Koperasi Desa Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, dan lainnya, rentan di-reshuffle bila target kualitas program tak terpenuhi," urai Agung, Sabtu (24/1/2026).

Klaster kedua yang wajib waspada adalah menteri di sektor ekonomi.

Baca juga: Isu Reshuffle Disebut Gelap Gulita, Pengamat Singgung Menteri yang Sempat ke Solo dan Kertanegara

Sebab, jelas Agung, situasi ekonomi saat ini menuntut penguatan daya beli masyarakat hingga stabilitas harga bahan pokok.

"Kementerian di bidang ekonomi. Dalam situasi yang menuntut penguatan daya beli, penciptaan dan perluasan lapangan kerja, serta stabilitas harga bahan pokok, sektor ekonomi menjadi perhatian utama publik dan pemerintah," jelasnya.

Ketiga, adalah menteri yang berasal dari kalangan profesional, namun kinerjanya biasa saja.

"Menteri-menteri yang berasal dari profesional dan kinerja biasa atau malah tak maksimal juga beresiko diganti," kata Agung.

Klaster keempat adalah menteri yang berasal dari partai politik (parpol).

Tetapi, Agung menilai menteri dari parpol tak akan keluar dari lingkaran kementerian, meski di-reshuffle.

"Menteri-menteri dari partai mungkin terkena reshuffle terbatas alias reposisi dari posisi semula tapi tetap di kabinet," pungkas dia.

Isu 'Gelap Gulita'

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai isu reshuffle yang berembus saat ini terasa janggal.

Ia mengatakan situasi isu reshuffle saat ini gelap gulita karena tidak ada tanda-tanda Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan dalam waktu dekat.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini