TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan, siswa agar menghabiskan sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, tidak boleh dibawa pulang.
Aturan ini mencegah kejadian keracunan akibat konsumsi MBG di luar batas santap yang ditentukan.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menginstruksikan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat perjanjian tertulis dengan kepala sekolah penerima manfaat terkait hidangan MBG tidak boleh dibawa pulang ke rumah.
"Banyak kasus insiden keamanan pangan di berbagai daerah akibat konsumsi makanan yang lewat waktu," kata Nanik dalam pengarahan di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikutip Senin (26/1/2026).
Nanik menguraikan, kepala SPPG dapat membuat perjanjian dengan sekolah yang berisi bahwa sajian MBG harus dikonsumsi sesuai batas yang ditentukan.
Waktu konsumsi sajian MBG disesuaikan dengan label yang tertera di ompreng.
"Bila datangnya jam tujuh, ini terakhir dikonsumsi jam sekian, sesuai dengan label, dan tidak boleh dibawa pulang. Insyaa Allah kalau ini dijalankan nanti bisa mengurangi dampaknya,” kata Nanik.
Baca juga: MBG Tetap Dibagikan Saat Ramadan, Kepala BGN Sebut Menunya Tahan 12 Jam
Kepala SPPG harus tepat waktu dalam mendistribusikan hidangan MBG ke sekolah, sementara sekolah pun ikut mengawasi pendistribusian, waktu dan tempat mengonsumsinya.
Sekali pun ada perjanjian, Nanik tetap menyarankan agar pengumuman tentang tempat dan waktu konsumsi tetap dilakukan rutin.
Pengumuman bisa ditempel di sekolah, sementara pada ompreng makanan dipasang label.
“Perlu dipasang label, sebaiknya dikonsumsi pukul berapa, alat untuk pelabelan juga murah," kata Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG itu.
Tahan 12 Jam
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan program MBG tetap disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat selama bulan Ramadan 2026. Ia memastikan menu yang dibagikan dirancang agar aman dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa.
Menurut Dadan, makanan yang disiapkan dalam program MBG memiliki daya tahan hingga 12 jam sejak proses penyiapan.
"Makanannya tahan 12 jam, dari mulai disiapkan sampai dikonsumsi pada saat buka,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026)..
Dadan menjelaskan, mekanisme distribusi MBG selama Ramadan dilakukan dengan pola yang sama seperti tahun sebelumnya.
Baca tanpa iklan