Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi bos BEI pada Jumat pagi.
Keputusan tersebut, diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari terakhiR.
"Teman-teman sudah mengikuti dua hari terakhir bagaimana kondisi market kita dua hari terakhir, walaupun kondisi kita hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab," kata Iman.
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," lanjutnya.
Tanggapan OJK
OJK mengonfirmasi pengunduran diri yang diajukan oleh tiga pejabat OJK.
"OJK menyampaikan bahwa Ketua Dewan Komisioner OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) telah menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya," tulis keterangan pers yang diterima Tribunnews, Jumat.
Pihak OJK menjelaskan, pengunduran diri pejabat OJK tersebut, telah disampaikan secara resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Proses pengunduran diri bakal ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Baca juga: BREAKING NEWS: Mahendra Siregar Mundur dari Dewan Komisioner OJK
Kata Istana
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menghormati keputusan Bos BEI Iman Rachman.
Menurut Prasetyo, keputusan tersebut, merupakan bagian dari tanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi.
“Ya tadi kan sudah disampaikan oleh Pak Menko. Kita tentunya menghormati keputusan itu,” kata Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Meski begitu, Prasetyo mengaku, tidak mengetahui alasan pasti Imam mundur dari Dirut BEI.
Namun, berdasarkan pernyataan Dirut BEI, keputusan mundur diambil karena gejolak pasar saham.
Prasetyo mengatakan, gejolak pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tak memengaruhi ekonomi nasional.
Pasalnya, kata Prasetyo, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat.
Bagi pemerintah, anjloknya harga saham dinilai menjadi pelajaran, terutama dalam memperbaiki regulasi.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Nitis Hawaroh, Endrapta Ibrahim Pramudhiaz, Taufik Ismail, Kontan.co.id)
Baca tanpa iklan