Ibas menegaskan komitmen Fraksi Partai Demokrat DPR RI untuk terus mengawal kebijakan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan, serta mendorong penguatan pasar modal sebagai pilar penting perekonomian nasional.
Mengutip pernyataan peraih Nobel Ekonomi Joseph E. Stiglitz, Ibas mengingatkan pentingnya sistem keuangan yang berfungsi dengan baik bagi pembangunan ekonomi.
Menurutnya, hanya dengan reformasi yang konsisten dan menyeluruh, Indonesia dapat membangun pasar modal yang efisien, tangguh, dan berdaya saing global.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi bos BEI.
Keputusan tersebut diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari terakhir, yang berujung pada penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali.
Pengumuman pengunduran diri tersebut ia sampaikan kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Kejaksaan Agung Ikut Selisik Penyebab di Balik Anjloknya IHSG Secara Mendadak
Tak berselang lama, gelombang pengunduran diri juga terjadi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara turut menyatakan mundur dari jabatannya.
Baca tanpa iklan