News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

OTT KPK di Kalimantan Selatan

Profil PT Buana Karya Bhakti, Perusahaan Sawit yang Terlibat Kasus Suap Pajak KPP Banjarmasin

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan korupsi berupa pencairan dana restitusi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) ternyata juga melibatkan pihak swasta yakni perusahaan sawit bernama PT Buana Karya Bhakti.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengatakan salah satu orang yang bekerja di perusahaan tersebut turut diperiksa setelah dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (4/2/2026) kemarin.

"Sejumlah tiga orang yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Yaitu dua orang merupakan fiskus atau petugas pajak, salah satunya Kepala KPP Madya Banjarmasin, serta satu orang lagi dari pihak PT BKB selaku wajib pajak di sektor perkebunan kelapa sawit, yang mengurus restitusi dimaksud," kata Budi dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Budi menyebut ninlai restitusi yang diajukan oleh PT Buana Karya Bhakti mencapai puluhan miliar rupiah.

"Ya, jadi terkait dengan restitusi yang diajukan oleh pihak swasta di KPP Madya Banjarmasin, untuk nilai restitusi mencapai puluhan miliar rupiah," ujarnya.

Baca juga: Pukat UGM Kritik Menkeu Purbaya Gegara Tetap Beri Bantuan Hukum Anak Buahnya yang Kena OTT KPK

Adapun OTT ini berawal dari adanya laporan masyarakat. Kini KPK menyebut telah menetapkan tiga tersangka di mana salah satunya adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo.

Lalu seperti apa profil dari PT Buana Karya Bhakti? Berikut ulasannya.

Profil PT Buana Karya Bhakti

Dikutip dari laman perusahaannya, PT Buana Karya Bhakti bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan berkantor di kawasan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel.

Perusahaan ini berdiri pada 9 September 1995 dan merupakan bagian dari PT Gagah Putera Satria (GPS) Group.

Adapun PT Buana Karya Bhakti menghasilkan komoditas seperti crude palm oil (CPO), inti kelapa sawit (palm kernel), dan minyak inti kelapa sawit (CPKO).

Selain itu, perusahaan ini juga telah meraih sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada tahun 2009, sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 pada tahun 2010, serta meraih sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Baca juga: KPK: Kasus Suap Pajak KPP Madya Banjarmasin Libatkan Perusahaan Sawit PT Buana Karya Bhakti

PT Buana Karya Bhakti memiliki beberapa anak perusahaan atau subholding yakni PT Fass Forest Development dan PT Kumai Sentosa (bidang kelapa sawit), PT Buana Karya Mandiri Sejahtera (bidang transportasi dan alat berat), dan PT Buana Karya Sarana Jaya (bidang kontraktor).

Sementara Direktur Utama PT Buana Karya Bhakti adalah Imam Satoto Yudiono. Lalu ada Sandi Sastra Surya selaku komisaris utama.

Pernah Digugat KLHK, tapi Menang di Tingkat Kasasi

PT Buana Karya Bhakti memang dikenal sebagai perusahaan yang kerap tersandung kasus hukum, khususnya terkait perkebunan sawit.

Contohnya dia menang melawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ketika salah satu anak perusahaannya yakni PT Kumai Sentosa digugat terkait kasus kebakaran hutan seluas 2.398 hektar yang merusak lahan gambut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini