News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kelompok Bersenjata di Papua

Beda KKB Yahukimo dan Faksi OPM Lainnya, Bikin Geram Teman-teman Pilot

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KECAM TEMAN PILOT - Dua awak pesawat dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yakni Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Baskoro sebagai co-pilot di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026). Penembakan pesawat Smart Air di Papua Selatan menewaskan dua pilot dan memicu kecaman keras dari Ikatan Pilot Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM -  Insiden penembakan terhadap pesawat milik Smart Air di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026) menjadi titik balik eskalasi keamanan penerbangan sipil di Papua.

Dua awak pesawat, pilot dan kopilot, dilaporkan tewas setelah ditembak saat pesawat baru mendarat.

Peristiwa ini memicu kecaman keras dari Ikatan Pilot Indonesia (IPI) yang menilai serangan terhadap pesawat sipil sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip keselamatan penerbangan dan kemanusiaan.

IPI menegaskan, awak penerbangan sipil tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata apa pun karena fungsi mereka murni melayani konektivitas dan kebutuhan logistik masyarakat di wilayah terpencil.

Dalam penelusuran aparat keamanan, pelaku penembakan disebut berasal dari kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo.

Kelompok ini dalam berbagai pemberitaan dan pernyataan resmi aparat sering dilabeli sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata” atau KKB.

Istilah tersebut digunakan pemerintah Indonesia untuk mengkategorikan kelompok bersenjata di Papua sebagai pelaku tindak pidana bersenjata, bukan sebagai entitas kombatan sah dalam konflik politik.

Penggunaan terminologi ini memiliki konsekuensi hukum dan naratif, karena negara memosisikan tindakan mereka sebagai kriminalitas berat yang mengancam keamanan publik, termasuk terhadap warga sipil dan fasilitas umum.

Untuk memahami konteks yang lebih luas, perlu dijelaskan posisi KKB Yahukimo dalam spektrum kelompok bersenjata di Papua.

Secara historis, gerakan separatis Papua berakar pada Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang muncul sejak dekade 1960-an.

Sayap bersenjata dari gerakan tersebut dikenal sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Dalam praktik di lapangan, TPNPB tidak beroperasi sebagai satu komando militer yang sepenuhnya terpusat.

Mereka terdiri atas sejumlah komando daerah atau Kodap yang memiliki otonomi tinggi, dengan komandan lokal, jaringan logistik sendiri, serta strategi yang kerap berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Di sinilah letak perbedaan yang kerap disalahpahami publik.

Baca juga:  Sosok Elkius Kobak, Pimpinan KKB Dalang Penembakan Pesawat Smart Air, Pernah Bunuh Prajurit TNI

KKB Yahukimo pada dasarnya merujuk pada unit bersenjata yang beroperasi secara spesifik di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini