Ringkasan Berita:
- Pengusaha besar kerap minta keringanan hutang belasan tahun
- Prabowo tegas nelayan pun harus dapat perhatian sama
- 5.000 desa nelayan disiapkan fasilitas modal usaha profesional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kebiasaan sejumlah pengusaha besar yang kerap meminta keringanan atau restrukturisasi kredit kepada pemerintah dan perbankan.
Ia menegaskan, jika pengusaha besar bisa diberikan kemudahan, maka rakyat kecil seperti nelayan juga berhak mendapat perhatian serupa.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia juga menceritakan pengalamannya sebagai pengusaha.
"Yang tidak ada masalah, karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi. Ya kan? Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga ya," ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa restrukturisasi pada dasarnya adalah permintaan bantuan agar kewajiban hutang bisa diperpanjang.
"Saya pun pernah minta restrukturisasi. Alasan dengan kata lain lebih sederhana, minta belas kasihan perpanjangan untuk kembali. Benar atau tidak? Mana menteri-menteri pengusaha?" jelasnya.
Ketimpangan Perlakuan Dunia Usaha
Prabowo menekankan ketimpangan perlakuan antara pengusaha besar dan rakyat kecil. Menurutnya, jika dunia usaha besar bisa mendapatkan fasilitas ‘potongan’ atau haircut hutang, maka nelayan di pulau-pulau terpencil juga harus diberdayakan.
"Saudara-saudara, kalau pengusaha besar boleh dikasih apa itu, haircut? Apalagi haircut bagi... enaknya sendiri, haircut, haircut. Masa nelayan-nelayan kita nggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan," tegasnya.
Program Pemberdayaan 5.000 Desa Nelayan
Sebagai bentuk nyata keberpihakan, Prabowo menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan hingga 2029. Pemerintah akan menyiapkan fasilitas mulai dari pabrik es, cold storage, hingga armada kapal yang dikelola melalui koperasi.
Ia menegaskan bantuan ini bukan sekadar bagi-bagi uang tunai, melainkan modal usaha yang harus dikelola profesional.
"Ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi handout. Yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita sudah bertahun-tahun," ujarnya.
Baca juga: Prabowo Sudah 3 Kali Singgung Soal Otoriter, Sinyal atau Sekadar Candaan?
Kelonggaran Pengembalian Investasi
Prabowo juga berjanji memberikan kelonggaran pengembalian investasi bagi nelayan agar tidak terbebani secara finansial.
"Kita beri kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka, kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun," pungkasnya.
Prabowo menekankan keberpihakan pemerintah tidak hanya pada pengusaha besar, tapi juga nelayan di pelosok, memberi harapan dan peluang ekonomi berkelanjutan.
Baca tanpa iklan