Ringkasan Berita:
- Farah rayakan Imlek dengan doa di Klenteng Lupan
- Aktivitas pertama wajib: kunjungi rumah orang tua
- Tradisi keluarga jadi makna utama Tahun Baru Imlek
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suasana Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili di Klenteng Lupan, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026), terasa khusyuk.
Farah (47), warga Kedoya, Jakarta Barat, tampak berdoa bersama keluarganya di ruang utama klenteng.
Pantauan Tribunnews.com pukul 13.30 WIB, Farah berdoa di depan rupang Konco Lupan, dilanjutkan di depan Dewi Kwan Im, Konco Kwan Kong, hingga Dewa Bumi.
Usai beribadah, ia mengaku bahagia menyambut Tahun Baru Imlek.
“Kita semua orang Chinese kalau Hari Imlek harus berasa happy, terus ngucapin syukur untuk tahun kemarin karena sudah dilindungi dan diberkati,” kata Farah.
Ia menambahkan, doa yang dipanjatkan berisi harapan agar rezeki dilancarkan dan keluarga diberi kebahagiaan serta kesejahteraan di tahun baru.
Tradisi Kunjungi Orang Tua
Farah menekankan, aktivitas pertama yang wajib dilakukan saat Hari Raya Imlek adalah mengunjungi rumah orang tua.
“Hari pertama, keluar pintu itu kita ke rumah orang tua. Baru keliling ke rumah saudara yang lebih tua,” jelasnya.
Sebelum beribadah di Klenteng Lupan, Farah bersama keluarga sudah mengunjungi rumah orang tuanya yang lokasinya tak jauh dari klenteng.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat Ramadan 1447 H Diumumkan Pukul 19.05, BMKG Sebut Hilal Belum Tampak
Makna Imlek bagi Keluarga
Menurut Farah, Imlek bukan hanya soal doa di klenteng, tetapi juga momen kebersamaan keluarga.
Malam Imlek biasanya diisi dengan makan bersama, sementara hari pertama menjadi waktu khusus untuk menghormati orang tua.
Baca tanpa iklan