Ramdan menyebut waktu penanganan hanya sekitar lima menit.
“Terima berita kurang lebih jam 20.40 WIB. Penanganannya tidak lama, kurang lebih 5 menit karena kita persiapan pakai peralatan SCBA,” ucapnya.
Pada pukul 20.45 WIB api berhasil dilokalisir. Petugas kemudian melakukan proses pengeluaran asap dari ruangan.
“Pas masuk memang ada api, tidak terlalu besar cuma ya lumayan ada setengah meteran lah di bawah. Lalu berhasil kita padamkan dengan APAR. Sisanya hanya asap yang masih pekat sekali,” ungkap Ramdan.
Sebanyak 4 unit mobil pemadam dengan 20 personel dikerahkan. Laporan pukul 21.15 WIB memastikan ruangan server sudah kembali aman dan bersih dari asap.
“Aman, sudah keluar semua asapnya. Karena response time kita cepat, pos kita dekat di lingkungan Istiqlal,” tutur Ramdan.
Investigasi Lanjutan
Meskipun dugaan sementara mengarah pada UPS, Ramdan menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau kami hanya sebatas pemadaman, nanti untuk penyebabnya ada tim investigasi,” tutupnya.
Meski kebakaran terjadi di ruang server, petugas memastikan pusat kendali utama CCTV tidak terdampak.
Ruang server yang terbakar merupakan bagian dari infrastruktur pendukung sistem keamanan, khususnya perangkat cadangan daya (UPS), sehingga fungsi pengawasan tetap berjalan normal.
Dilengkapi 400 CCTV Biometrik
Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal mengatakan Masjid Istiqlal diperkuat dengan sekitar 400 kamera CCTV di setiap sudut kawasan.
Sebagian kamera dilengkapi teknologi biometrik yang mampu mengenali wajah dan memverifikasi identitas secara otomatis.
“Bahkan ada CCTV kita biometrik ya. Jadi kalau ada yang nyolong di sini itu ada sekitar 400 CCTV di sini itu pasti ketahuan,” kata Nasaruddin Umar di lokasi, usai mengikuti Salat Tarawih.
Selain memantau tindak kejahatan, sistem ini juga menghitung jumlah jemaah melalui x-ray di pintu masuk serta mendeteksi benda berbahaya.
“Itu ketahuan melalui CCTV, mereka enggak bisa nyangkal karena bisa di-zoom. Jadi sistem keamanan kita ini super canggih,” lanjut Nasaruddin.
Ia mengingatkan jemaah agar tidak membawa barang terlarang.
“Jangan mencoba-coba membawa senjata tajam atau senjata api, itu bisa terdeteksi,” tegasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Masjid Istiqlal Terbakar, Api Berasal dari Ruang Server
Baca tanpa iklan