TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 3 Maret 2026 menjadi hari yang sarat makna karena bertepatan dengan tiga peringatan penting.
Pada hari ini, masyarakat Tionghoa merayakan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek yang penuh sukacita dan harapan baru.
Kemudian dunia internasional memperingati Hari Margasatwa Sedunia sebagai momentum menjaga kelestarian flora dan fauna, serta Hari Pendengaran Sedunia yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran.
Cap Go Meh, yang dalam tradisi Tiongkok dikenal sebagai Festival Lampion, merupakan perayaan malam ke-15 setelah Imlek.
Momen ini identik dengan cahaya lampion, kebersamaan keluarga, doa, serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.
Di Indonesia, perayaan ini berkembang menjadi atraksi budaya yang meriah dan menjadi simbol akulturasi serta toleransi antarumat beragama.
Sementara itu, 3 Maret juga ditetapkan sebagai World Wildlife Day atau Hari Margasatwa Sedunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi satwa dan tumbuhan liar dari ancaman kepunahan, perdagangan ilegal, serta kerusakan habitat.
Selain itu, dunia kesehatan juga memperingati World Hearing Day atau Hari Pendengaran Sedunia yang diprakarsai oleh World Health Organization (WHO).
Kampanye tahunan ini mengajak masyarakat global untuk memahami pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran, akses layanan kesehatan telinga, serta pencegahan paparan suara bising yang berisiko merusak pendengaran.
3 Peringatan Penting pada Tanggal 3 Maret 2026
Baca juga: Kapan Cap Go Meh 2026? Ini Tanggal, Makna, dan Tradisi Perayaannya
1. Cap Go Meh
Cap Go Meh merupakan perayaan hari ke-15 sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Istilah “Cap Go Meh” berasal dari dialek Hokkien yang berarti malam kelima belas, merujuk pada malam bulan purnama pertama setelah Imlek.
Dalam tradisi Tiongkok, perayaan ini dikenal sebagai Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie.
Secara historis, tradisi ini telah ada sejak masa Dinasti Han (206 SM–220 M).
Pada masa tersebut, masyarakat menyalakan lampion sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan doa untuk kehidupan yang lebih baik di tahun baru.
Baca tanpa iklan