News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dirjen AHU Dorong Implementasi Cyber Notary, Transformasi Digital Notaris Kian Masif

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GITALISASI LAYANAN - Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Widodo saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Ia menyatakan digitalisasi layanan hukum merupakan keniscayaan di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Transformasi digital di sektor layanan hukum nasional kian menunjukkan percepatan signifikan. 

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk membawa praktik kenotariatan Indonesia memasuki era layanan berbasis teknologi melalui implementasi konsep cyber notary.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Widodo, menyatakan bahwa digitalisasi layanan hukum merupakan keniscayaan di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

“Kami tengah melakukan kajian serius menuju implementasi notaris elektronik atau cyber notary. Ini bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Widodo.

Baca juga: KUHAP Baru, Notaris Didorong Lebih Disiplin Secara Prosedural 

Widodo menjelaskan, transformasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terus berjalan secara bertahap dan sistematis.

“Transformasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem layanan hukum yang modern, efisien, dan terpercaya,” tegasnya.

Di sisi lain, digitalisasi juga mulai diterapkan dalam praktik Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) secara bertahap, seiring sinergi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam pengelolaan administrasi pertanahan berbasis elektronik.

Konsep cyber notary sendiri dipandang sebagai jawaban atas perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin terdigitalisasi.

Ke depan, berbagai proses administratif diharapkan dapat dilakukan secara elektronik tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian, keabsahan, dan kekuatan pembuktian akta.

Widodo menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan kesiapan regulasi, infrastruktur, serta sumber daya manusia sebelum implementasi penuh dilakukan. Kajian yang tengah berlangsung mencakup aspek hukum, teknis, hingga keamanan data.

Di tengah dorongan modernisasi, Widodo mengingatkan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan integritas dan profesionalisme notaris maupun PPAT.

Ia mengapresiasi soliditas INI dan IPPAT dalam menjaga kehormatan serta keluhuran profesi, termasuk melalui kegiatan sosial di bulan Ramadan.

“Kebersamaan seperti ini mencerminkan soliditas dua organisasi profesi yang memiliki peran strategis dalam perlindungan hak-hak keperdataan masyarakat, khususnya di bidang kenotariatan dan pertanahan,” katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini