TRIBUNNEWS.COM - Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan hari raya dengan berbagai amalan yang memiliki nilai ibadah dan sosial.
Amalan ini menjadi bagian penting dalam menjaga semangat Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antar sesama.
Berdasarkan penjelasan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag), terdapat sejumlah amalan yang dapat dilakukan setelah sholat Idul Fitri.
Amalan tersebut tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan setelah sholat Idul Fitri:
1. Menjalin Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Salah satu amalan utama setelah sholat Id adalah menjalin silaturahmi dan saling memaafkan.
Umat Islam dianjurkan untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah terjadi, baik kepada keluarga, tetangga, maupun sahabat.
Silaturahmi menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan sosial. Dengan saling berkunjung dan bermaaf-maafan, suasana kebersamaan semakin terasa dan hubungan menjadi lebih harmonis.
2. Bersedekah dan Berbagi Kebahagiaan
Selain zakat fitrah yang telah ditunaikan sebelumnya, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.
Baca juga: 5 Amalan sebelum Sholat Idul Fitri yang Dianjurkan, Apa Saja?
Sedekah dapat diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, atau orang yang membutuhkan. Bentuknya bisa berupa makanan, pakaian, maupun bantuan lainnya.
Amalan ini menjadi wujud kepedulian sosial agar kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
3. Mendatangi Tempat Keramaian
Pada masa Rasulullah, terdapat riwayat bahwa beliau pernah mendatangi tempat keramaian bersama Aisyah.
Dalam hadist riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Aisyah sampai menjengukkan (memunculkan) kepala di atas bahu Rasulullah untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa menikmati hiburan yang positif pada hari raya diperbolehkan selama tetap dalam batas syariat.
4. Mengunjungi Rumah Sahabat atau Keluarga
Tradisi mengunjungi rumah kerabat atau sahabat telah ada sejak zaman Rasulullah.
Baca tanpa iklan