TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena perbedaan awal Hari Raya Idul Fitri kembali terjadi di Indonesia pada 2026.
Di sejumlah wilayah seperti Depok dan Bogor, Jawa Barat, misalnya, sebagian warga bahkan sudah lebih dulu melaksanakan salat Id pada Kamis, 19 Maret 2026.
Di Depok, pelaksanaan salat Idul Fitri digelar di Jalan Juanda, Depok.
Kegiatan ibadah tersebut diikuti ratusan jemaah. Momen tersebut terekam kamera dan diunggah melalui akun Instagram @infodepok_id.
Barisan jemaah terlihat memenuhi area teras sebuah tempat makan hingga meluas ke badan jalan.
Sementara sejumlah warga Bogor juga telah menunaikan Salat Idulfitri pada Kamis (19/3/2026).
Pelaksanaan Salat Idulfitri berlangsung di Pondok Pesantren Baron, Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat.
Momen ini menunjukkan bahwa ada kelompok masyarakat yang menggunakan metode penentuan awal Syawal berbeda dari mayoritas.
Fenomena seperti ini bukan hal baru di Indonesia, namun selalu menarik perhatian karena terjadi di ruang publik dan mudah tersebar melalui media sosial.
Perbedaan ini umumnya berakar pada metode penentuan awal bulan Hijriah. Sebagian kelompok menggunakan metode hisab dengan perhitungan astronomi, sementara lainnya menggunakan rukyat atau pengamatan langsung terhadap hilal.
Perbedaan pendekatan ini membuat kemungkinan perbedaan hari raya selalu terbuka setiap tahun.
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Hari Jumat 20 Maret 2026
Di tengah dinamika tersebut, organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman resmi organisasi tersebut.
Keputusan tersebut juga ditindaklanjuti di daerah. Di Depok misalnya, Muhammadiyah telah menyiapkan puluhan titik pelaksanaan salat Id untuk Jumat, 20 Maret 2026, tersebar di berbagai kecamatan.
Baca tanpa iklan