News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

Viral Kisruh Rating Game IGRS, Kemkomdigi: Steam Harus Beri Klarifikasi

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOMDIGI KLARIFIKASI IGRS - Unggahan akun resmi Instagaram @kemkomdigi pada Senin (6/4/2026) terkait kontroversi rating IGRS di Steam.

 

TRIBUNNEWS.COM - Jagat media sosial tanah air tengah dihebohkan dengan polemik baru yang meledak di kalangan komunitas gamer Indonesia.

Hal ini terjadi lantaran implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS) milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di platform Steam menuai banyak kritikan keras.

Penerapan rating IGRS ini memicu banyaknya kritik dari warganet karena rating usia game yang diberikan dinilai "ngawur" dan sama sekali tidak sesuai dengan konten aslinya.

Kejadian yang viral sejak akhir pekan lalu, Sabtu (4/4/2026), memancing kemarahan netizen lantaran sistem yang seharusnya melindungi anak-anak justru dinilai menyesatkan para orang tua.

Sejumlah gamer melaporkan adanya ketidaksesuaian rating yang sangat mencolok di halaman toko Steam.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah permainan game anak-anak Upin & Ipin Universe yang mendapatkan label 18+ (dewasa).

Sebaliknya, game yang penuh dengan konten kekerasan seperti PUBG Battlegrounds malah diberi rating 3+ atau layak untuk anak usia tiga tahun ke atas.

Tak hanya itu, beberapa judul game populer dunia seperti GTA V, Cyberpunk 2077, hingga Baldur's Gate 3 sempat muncul dengan label "Refused Classification" (RC).

Label ini berarti game tersebut dianggap tidak layak untuk didistribusikan di wilayah Indonesia.

Menanggapi kekisruhan terkait penerapan rating IGRS di Indonesia, Komdigi pun buka suara.

Klarifikasi Komdigi

Baca juga: Komdigi Akui Rating Game IGRS Buatan Pemerintah Belum Sepenuhnya Akurat

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Komdigi langsung bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi melalui unggahan di akun Instagram @kemkomdigi pada Senin (6/4/2026). 

Pemerintah melalui Komdigi menegaskan bahwa informasi rating yang terindikasi tidak akurat pada sejumlah gim di platform Steam tersebut bukanlah hasil klasifikasi resmi dari IGRS.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa rating yang beredar tersebut berasal dari mekanisme internal platform Steam yang bersifat self-declare atau pengisian mandiri oleh pihak pengembang.

"Rating tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim," tegas Sonny dalam pernyataan resminya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini