“Dengan redanya, ada jeda 2 minggu daripada eskalasi di Timur Tengah, mudah-mudahan bisa cepat selesai,” katanya.
Bahlil mengatakan bahwa impor minyak mentah yang melintasi Selat Hormuz hanya 20-25 persen dari total impor.
Indonesia tidak pernah mengimpor BBM jadi dari Timur Tengah.
“Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara, seperti Angola, Afrika, Nigeria, amerika, dan beberapa negara lain. Jadi kita insyaAllah sudah clear lah, insyaAllah aman,” ucapnya.
(Tribunnews.com/ Fersianus Wakuu)
Baca tanpa iklan