News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Momen Haru di Ruang Sidang, Arief Sukmara Menangis saat Rekan Lama Bersaksi

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MENANGIS - Mantan Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis di PT Pertamina International Shipping (PT PIS), Arief Sukmara di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (17/4/2026). Arief Sukmara tak kuat menahan air matanya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis di PT Pertamina International Shipping (PT PIS), Arief Sukmara tak kuat menahan air matanya.

Hal itu lantaran atasannya eks Komisaris Utama PT PIS, Mochtar Husein, serta bawahnya eks VP Sales and Marketing PT PIS, I Ketut Permadi Aryakumara jadi saksi dalam perkara korupsi tata kelola minyak mentah yang kinibmenjeratnya.

Baca juga: Arief Sukmara Bantah Perintah Muhamad Resa Hilangkan Ponsel Berisi Percakapan Sewa Kapal

Persidangan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dengan terdakwa Arief Sukmara digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (17/4/2026). Beragendakan pemeriksaan saksi meringankan untuk Terdakwa Arief Sukmara.

Arief menghadirkan dua saksi meringankan yakni Mochtar Husein, serta I Ketut Permadi Aryakumara.

Baca juga: Alex Marwata Jadi Ahli di Sidang Korupsi Minyak Mentah, Singgung Wewenang Hakim Tolak Hasil Audit

Mulanya di persidangan pengacara Arief bertanya ke Mochtar dan Permadi.

Saat proses pemeriksaan berlangsung dengan saksi Permadi, tiba-tiba Terdakwa Arief menangis di persidangan.

Kemudian terlihat Ketua Majelis Hakim Adek Nurhadi, menawarkan tissue kepada Arief.

Namun Arief tetap tak bisa menahan tangisnya.

Kuasa hukum lalu meminta jalan persidangan dihentikan sementara.

"Izin Yang Mulia, kalau boleh di skors 5 menit sebentar, Yang Mulia," ucap pengacara Arief.

Setelah Arief menenangkan diri, sidang kembali dilanjutkan. Arief lalu meminta maaf karena emosional dalam persidangan.

"Saya mohon maaf kalau emosional Yang Mulia. Dilanjut saja, Yang Mulia," ujar Arief.

Ditemui saat jeda persidangan, Arief sambil menangis mengaku teringat niat bersama Mochtar dan Permadi untuk membesarkan PT PIS. 

"Ingin menunjukan kinerja, ingin memberikan yang terbaik. Saya tidak mengerti kenapa berakhir di sini. Apa yang bukan menjadi tanggung jawab saya, kenapa itu yang dipertanyakan di persidangan ini," kata Arief Sukmara.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini