Ringkasan Berita:
- Pemerintah mulai mendorong rumah modular sebagai solusi cepat menyediakan perumahan yang layak, termasuk bagi masyarakat tempat tinggal rendah dan korban bencana.
- Teknologi ini dinilai efisien karena proses pemasangan hanya sekitar tiga hari serta memiliki keunggulan tahan gempa dan ramah lingkungan.
- Pemkot Tangerang pun siap memanfaatkannya untuk mempercepat program bedah rumah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat dan daerah mulai mendorong penggunaan rumah modular sebagai solusi inovatif untuk mempercepat penyediaan hunian layak di Indonesia.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Kota Tangerang melakukan soft launching rumah modular tipe 27 meter persegi di Rumah Budaya Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2026).
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya mendukung program pembangunan tiga juta rumah serta penyediaan hunian bagi korban bencana.
Direktur Penyiapan Lahan dan PSU Kementerian PKP Indra Gunawan mengatakan, kebutuhan hunian nasional saat ini sangat tinggi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan untuk pemulihan pascabencana.
“Potensi rumah modular sangat besar karena proses konstruksinya cepat. Unitnya tinggal dirakit di lokasi sehingga efisien waktu,” kata Indra.
Ia menjelaskan rumah modular memiliki keunggulan dari sisi daya tahan dan adaptasi terhadap iklim tropis, serta berpotensi dikembangkan menjadi hunian vertikal hingga empat lantai.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang menyatakan kesiapan untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam program bedah rumah.
“Hingga saat ini, Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan bedah rumah sebanyak 10.893 unit. Rumah modular bisa menjadi salah satu opsi untuk mempercepat program tersebut,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan.
Direktur PT Songsong Indonesia Emas, Ricky A. D., menambahkan bahwa teknologi ini telah diterapkan di berbagai negara dan kini mulai diadopsi di Indonesia melalui kerja sama dengan perusahaan G Songuo di Shandong, Tiongkok.
“Pemasangannya relatif cepat, sekitar tiga hari per unit. Struktur bangunannya kokoh, tahan gempa, memiliki ketahanan terhadap tekanan udara, bersifat insulator sehingga lebih sejuk, serta dilengkapi fitur tahan api dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia menyebut rumah modular tipe 27 meter persegi ditawarkan dengan harga terjangkau dan fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat.
Seorang warga, Ilham, menyampaikan kesan positifnya terhadap hunian tersebut.
“Rasanya seperti apartemen premium, nyaman dan aman,” ujarnya.
Unit contoh rumah modular saat ini dapat dikunjungi masyarakat di Rumah Budaya Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang sebagai bagian dari sosialisasi.
Baca tanpa iklan