News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerja Sama Pertahanan RI–AS Disorot, Diingatkan Risiko Ketergantungan Militer Asing

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERJASAMA MILITER - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) DKI Jakarta, Deodatus Sunda menyoroti tajam kesepakatan Joint Statement on Establishment of the U.S.–Indonesia Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang diteken pada 13 April 2026.

"Kedaulatan negara adalah harga mati yang tidak dapat dinegosiasikan. Kerja sama pertahanan harus menjadi instrumen penguatan kapasitas nasional, bukan pintu masuk dominasi asing yang menggerus kedaulatan negara," pungkasnya.

Sebelumnya, pemberitaan media asing baru-baru ini menyebut adanya dokumen pertahanan militer AS yang mengungkap rencana untuk mengamankan akses lintas pesawat militer AS di ruang udara Indonesia.

Disebutkan juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk menandatangani dokumen itu secara resmi.

Terkait hal itu, Kementerian Pertahanan juga telah menegaskan dokumen itu belum bersifat final dan mengikat.

Terkini, Departemen Perang AS (Pentagon) mempublikasi foto dan pernyataan terkait pertemuan Sjafrie beserta delegasi pemerintah RI dan Hegseth beserta delegasi pemerintah AS di Pentagon lewat akun media sosial X pada Selasa (14/4/2026) dini hari.

Meski Pentagon telah memberikan pernyataan terkait pertemuan itu, namun Kementerian Pertahanan RI belum memberikan pernyataan.

Baca juga: Prabowo ke Rusia, Menhan ke AS, Dosen UNUD: Indonesia Ingin Tunjukkan Diri sebagai Mitra Strategis

Sehingga, hingga Selasa (14/4/2026) pagi, hasil pertemuan antara delegasi Indonesia dan delegasi AS itu belum dapat dipastikan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini