News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penerimaan Mahasiswa Baru

Praktik Kecurangan UTBK 2026: Temuan Modus Joki Pakai Kamera Mikro hingga Manipulasi Data Wajah

Penulis: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KECURANGAN - Tangkapan layar kartu peserta terindikasi Joki di Unesa dalam Konferensi Pers Hari Pertama Pelaksanaan UTBK 2026 di laman Youtube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali menjadi sorotan nasional akibat munculnya berbagai laporan mengenai praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali menjadi sorotan nasional akibat munculnya berbagai laporan mengenai praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

Meskipun panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah memperketat pengawasan, ambisi besar untuk menembus perguruan tinggi negeri impian terkadang memicu cara-cara instan yang melanggar hukum dan etika pendidikan.

Beberapa titik lokasi pelaksanaan UTBK 2026 diidentifikasi sebagai zona merah dengan temuan anomali data yang cukup tinggi.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), dan UPN Veteran Jawa Timur menjadi beberapa lokasi di mana praktik kecurangan mulai terendus sejak hari pertama sesi ujian.

 

Selain di Pulau Jawa, indikasi serupa juga dilaporkan muncul di pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), menunjukkan bahwa sindikat ini bergerak secara luas lintas wilayah.

Bagaimana Modusnya?

Modus operandi yang paling mencolok pada tahun 2026 ini adalah penggunaan jasa joki dengan taktik tukar identitas.

Dalam skema ini, seorang joki yang biasanya merupakan mahasiswa aktif atau profesional, masuk ke ruang ujian dengan menyamar sebagai peserta asli.

Mereka menggunakan dokumen kependudukan seperti KTP dan ijazah yang telah dipalsukan secara rapi, bahkan dalam beberapa kasus ditemukan tumpukan blangko KTP kosong yang disiapkan untuk memalsukan data di tempat.

Teknologi canggih juga memainkan peran besar dalam kecurangan UTBK tahun ini, di mana penggunaan alat komunikasi ilegal menjadi semakin kecil dan sulit dideteksi.

Panitia menemukan adanya perangkat audio mikro yang disembunyikan di dalam telinga serta kamera pengintai mini yang disamarkan dalam kancing baju atau bingkai kacamata.

Alat-alat ini memungkinkan pihak luar untuk melihat soal di layar komputer peserta secara real-time dan memberikan jawaban melalui transmisi suara.

Selain perangkat fisik, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai merambah ke dunia perjokian.

Beberapa sindikat menggunakan perangkat lunak khusus yang mampu memproses gambar soal dengan cepat dan memberikan solusi jawaban secara otomatis.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini