TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah elemen buruh menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto secara langsung dalam peringatan May Day 2026 di Kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Salah satunya yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, Andi Gani Nena Wea.
Andi Gani yang juga merupakan ketua panitia peringatan May Day 2026 ini meminta kepada presiden untuk memberikan beasiswa LPDP kepada aktivis buruh.
“Yang pertama Pak, kami minta beasiswa pendidikan untuk aktivis buruh, Pak, LPDP begitu besar,” kata Andi Gani.
Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah program beasiswa penuh dari pemerintah Indonesia, dikelola Kementerian Keuangan, untuk studi lanjut Magister (S2) atau Doktor (S3) di universitas terbaik dalam maupun luar negeri.
Anggarannya berasal dari pengembangan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) atau APBN yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Menurut Andi Gani aktivis buruh memiliki masa depan yang besar salah satunya dalam membangun organisasi.
“Aktivis buruh ini punya masa depan yang luar biasa untuk membangun organisasinya,” katanya.
Selain itu ia juga meminta kepada Presiden untuk membangun Rumah Sakit (RS) Buruh.
Ia mengatakan keinginan adanya RS buruh tersebut tak kunjung terealisasi sudah lebih dari 30 tahun.
“Rumah sakit buruh bisa dibangun di kawasan-kawasan industri,” katanya.
Selain itu Andi Gani juga mengingatkan janji Presiden untuk meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk Jawa Timur.
Marsinah, kata dia, merupakan simbol perjuangan buruh.
“Kami mengingatkan kepada bapak, bapak punya janji untuk meresmikan museum Ibu Marsinah simbol perjuangan buruh di Nganjuk Jawa Timur. Semoga bapak menyempatkan di rangkaian May Day ini untuk meresmikan museum Ibu Marsinah simbol perjuangan kami semua,” katanya.
Selengkapnya 11 tuntutan para buruh di hari buruh
Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang memberikan orasi di acara itu menyampaikan 11 tuntutan buruh itu dihadapan Presiden Prabowo.
Baca tanpa iklan