News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

70 Persen Pasien Kanker Datang Saat Stadium Lanjut, Kemenkes Tekankan Deteksi Dini

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAMPANYE KANKER - Warga mengikuti kampanye peringatan Hari Kanker Sedunia pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/2/2026). Kemenkes mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pasien kanker di Indonesia datang dalam kondisi stadium lanjut.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pasien kanker di Indonesia datang dalam kondisi stadium lanjut.

Fakta ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam memperkuat strategi pencegahan dan deteksi dini.

“Kalau data yang ada sampai saat ini ternyata itu penderita masuk kita temukan 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” kata Andi Saguni dalam talkshow virtual Kanker di Era Digital: Antara Literasi, Mitos, dan Harapan dalam acara HUT ke-23 CISC, Sabtu (2/5/2026).

Kondisi ini dinilai mempersulit proses pengobatan dan menurunkan peluang kesembuhan pasien. 

Karena itu, pemerintah mendorong perubahan pendekatan, dari yang sebelumnya berfokus pada pengobatan, menjadi lebih menitikberatkan pada pencegahan dan deteksi dini.

Baca juga: Tak Cuma Biaya Berobat, Ini Beban Tersembunyi Pasien Kanker yang Sering Terabaikan

Penanggulangan kanker saat ini menjadi satu fokus pemerintah, mengingat penderitanya terus meningkat.

“Kanker, penanggulangan kanker adalah salah satu program prioritas daripada Kementerian Kesehatan,” kata Andi.

Peningkatan kasus kanker juga berdampak langsung pada pembiayaan kesehatan, termasuk beban yang ditanggung melalui sistem jaminan kesehatan nasional.

Jenis kanker yang menjadi perhatian utama pun cukup jelas.

Baca juga: Angka Penderita Kanker di Indonesia Terus Naik, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Pada perempuan, kanker payudara dan kanker leher rahim menjadi yang paling dominan.

Sementara pada laki-laki, kanker paru dan kolorektal menjadi fokus penanganan.

Masalah utama yang dihadapi bukan hanya tingginya angka kasus, tetapi juga keterlambatan deteksi.

Ketika kanker ditemukan dalam stadium lanjut, pilihan terapi menjadi lebih terbatas, biaya pengobatan meningkat, dan peluang sembuh menurun.

Andi menegaskan bahwa kondisi ini sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat lebih aktif melakukan pemeriksaan sejak dini.

Karena itu, pemerintah mendorong pendekatan promotif dan preventif sebagai strategi utama.

Deteksi Dini dan Vaksin Jadi Kunci

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini