News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2029

Teddy dan Gibran Berpotensi Bersaing Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2029

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memublikasikan pertemuan empat mata dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Jumat (3/4/2026) siang. Teddy mendokumentasikan pertemuannya dengan Gibran di akun Instagram@sekretariat.kabinet. Keduanya tampak berbincang sambil membawa kertas, buku catatan, dan pulpen, hingga berpamitan sambil saling memberi hormat.

Tokoh lain dari PDI Perjuangan yang juga dipandang potensial adalah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pengalamannya yang panjang di legislatif dan kini di eksekutif daerah dinilai memberi modal yang cukup untuk diperhitungkan.

"Mas Pram ini juga potensial untuk maju di Pilpres 2029, puluhan tahun di birokrasi pemerintahan dan kini juga terlihat kinerjanya sebagai pemimpin sejak jadi Gubernur, namun langkahnya sangat bergantung pada posisi PDI Perjuangan nanti," ujar Hensa.

Dari internal Gerindra

Dari internal Partai Gerindra, selain Prabowo, Hensa menyebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM sebagai salah satu kejutan potensial. 

Popularitas KDM yang meledak di media sosial dan pendekatannya yang dekat dengan rakyat menjadikannya salah satu tokoh daerah dengan tingkat perbincangan publik tertinggi saat ini.

"Tantangan KDM ada dua: bagaimana publik melihatnya di kancah nasional, dan bagaimana keadaan internal Gerindra nanti, apalagi Pak Prabowo masih jadi calon kuat untuk maju lagi sebagai petahana," kata Hensa.

Hensa pun menambahkan bahwa di luar figur-figur tersebut, tetap ada bayang-bayang penantang lain yang sedang mengintip peluang.

Nama-nama seperti Purbaya Yudhi Sadewa, Anies Baswedan, hingga Ketua DPD Sultan Najamudin juga patut diperhatikan.

"Ketiga nama ini, mereka sedang mengintip-intip cari lubang kesempatan nih. Anies misalnya punya basis pemilih yang loyal, Purbaya memiliki pengalaman teknokrat yang kuat, sementara Sultan Najamudin sebagai Ketua DPD memiliki posisi strategis di lembaga tinggi negara," jelasnya.

Menurut Hensa, kemunculan banyak tokoh baru dan bayang-bayang penantang ini justru menjadi sinyal sehat bagi demokrasi Indonesia.

Kendati demikian, Hensa mengingatkan bahwa seluruh skenario tersebut baru akan relevan jika Presiden Prabowo Subianto memutuskan tidak maju kembali di Pilpres 2029. 

"Oh iya, disclaimer ya, ini hanya berlaku bila Pak Prabowo enggak maju lagi, kalau 08 maju lagi, hampir pasti semuanya berebut merapat ke pak Prabowo," tutup Hensa.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini