TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual masih menghantui dunia pendidikan Tanah Air.
Setelah terjadi di sebuah SMP di Wonogiri dan pondok pesantren di Pati, dugaan pelecehan seksual juga terjadi di jenjang perguruan tinggi.
Dua kasus dugaan pelecehan kini terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar, Sulawesi Selatan.
Pelaku diduga merupakan dosen dan korbannya adalah mahasiswi.
Kasus di UIN Walisongo
Kasus ini ramai diperbincangkan setelah tangkap layar pesan diduga dosen UIN Walisongo terhadap mahasiswi viral, seperti diunggah akun Instagram @pesan_uinws.
Pesan itu menunjukkan dugaan oknum dosen meminta foto hingga percakapan yang mengarah pada pelecehan seksual.
Menanggapi viralnya kasus tersebut, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang, Kurnia Muhajarah menegaskan pihak kampus bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) berkomitmen mengawal kasus hingga tuntas.
Langkah awal telah dilakukan kampus dengan membentuk tim investigasi yang melibatkan PSGA, Satgas PPKS, dan tim etik kampus.
"Saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait laporan yang muncul di media sosial dan akun Pesan UIN WS,” ungkapnya, dikutip dari Tribun Jateng, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: UU TPKS Dinilai Bisa Perberat Hukuman Kiai Cabul Pati dan Pelaku Lain di Lingkungan Ponpes
Tim akan menyusun kronologi kejadian beserta rekomendasi penanganan sebelum dilaporkan kepada pimpinan kampus dan ditindaklanjuti melalui komite etik.
Kurnia menambahkan, kampus juga membuka hotline pengaduan selama 24 jam untuk menjangkau korban maupun saksi.
Pihak kampus belum mengungkap terduga dosen tersebut karena investigasi masih berjalan.
"Dan korban juga masih kami telusuri,” katanya.
Kasus di PNUP Makassar
Sementara itu di PNUP Makassar, seorang oknum dosen diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswi.
Dosen berinisial IS melancarkan aksinya dengan modus memperbaiki nilai.
Baca tanpa iklan