TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy, telah selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.
Setelah diperiksa kurang lebih selama dua jam, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tersebut memilih irit bicara terkait substansi pemeriksaannya.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, Muhadjir keluar dari Gedung KPK pada pukul 19.44 WIB.
Ia tampak mendapat pengawalan ketat dari dua personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan sejumlah orang lainnya.
Saat dicecar awak media mengenai materi pertanyaan penyidik, khususnya terkait tata kelola dan penetapan kuota haji, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada pihak lembaga antirasuah.
"Tanyakan langsung ke penyidik saja," ujar Muhadjir saat hendak meninggalkan area Gedung Merah Putih KPK.
Baca juga: KPK Panggil Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Perdana Ditunda
Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan bahwa pemanggilannya hari ini berkaitan dengan posisinya di masa lalu.
"Hanya anu saja, saya kan pernah jadi ad interim Menteri Agama tahun 2022," tuturnya.
Ia pun menekankan bahwa penyidik tidak mencecarnya dengan banyak pertanyaan, mengingat masa jabatannya yang terbilang sangat singkat.
"Oh enggak banyak (pertanyaannya), saya kan jadi ad interim hanya 20 hari. 30 Juni sampai 19 Juli. 20 hari aja, enggak banyak yang dikerjakan," tutur Muhadjir.
Baca juga: KPK Panggil Dua Biro Travel Haji Terkait Megakorupsi Kuota Haji
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menepis spekulasi bahwa pemeriksaannya menyinggung nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief.
"Ndak ada, ndak ada. Aman, aman, aman," katanya.
Alasan Kehadiran Mendadak Usai Konfirmasi Penundaan
Kehadiran Muhadjir pada Senin petang sempat mengejutkan awak media.
Pasalnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada siang harinya telah mengumumkan bahwa pemeriksaan Muhadjir ditunda sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh pihak saksi.
Namun, Muhadjir yang tiba mengenakan kemeja batik lengan panjang dan membawa map cokelat pada pukul 17.54 WIB, mengaku mengubah keputusannya setelah melihat pemberitaan yang beredar.
Baca tanpa iklan