Pemeriksaan ini secara khusus membedah skema distribusi uang yang diduga tidak hanya berhenti di tangan Robby.
"Di mana dari Saudara RB [Robby] ini, diduga uang yang mengalir dari pihak SDW ini cross ke pihak-pihak di Kementerian Perhubungan yang membawahi DJKA, terkait dengan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan jalur kereta, di antaranya pembangunan jalur kereta di wilayah Jawa Timur," jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
KPK menegaskan bahwa tim penyidik masih akan melakukan pendalaman secara komprehensif guna mencari tahu titik akhir dari aliran uang tersebut, termasuk potensi merembetnya dana ke eks Menhub Budi Karya Sumadi.
"Ini nanti yang akan kita dalami. Karena dari pemeriksaan hari ini ada dugaan aliran uang dari Saudara SDW melalui perantara, kemudian kepada Saudara RB. Nah, nanti kita akan telusuri lagi apakah hanya berhenti di RB atau masih berlanjut ke pihak-pihak lain," tegas Budi.
Sebagai informasi, kasus dugaan suap proyek DJKA ini pertama kali terbongkar dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 11 April 2023.
Dari OTT yang awalnya menjerat 10 orang tersangka tersebut, KPK terus melakukan pengembangan hingga kini telah menetapkan sekitar 21 orang tersangka.
Para tersangka berasal dari berbagai unsur, mulai dari internal Kemenhub, anggota DPR RI, hingga pihak swasta.
Baca tanpa iklan