News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel

Kapal Global Sumud Flotilla Dibajak Israel, HFI Minta Dunia Internasional Aktif Bebaskan Sandera

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AKTIVIS DITANGKAP - Humanitarian Forum Indonesia (HFI), forum yang menghimpun berbagai lembaga kemanusiaan di Indonesia, menyampaikan perhatian atas keselamatan delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Vice President Human Initiative sekaligus Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Romi Ardiansyah, menegaskan bahwa keselamatan delegasi kemanusiaan dan jurnalis Indonesia harus menjadi prioritas utama.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina, dibajak militer Israel di perairan internasional Laut Mediterania. 

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), tindakan intersepsi tersebut terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026.

Sembilan warga negara Indonesia turut menjadi korban penculikan tentara Zionis. 

Vice President Human Initiative sekaligus Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Romi Ardiansyah, menegaskan bahwa keselamatan delegasi kemanusiaan dan jurnalis Indonesia harus menjadi prioritas utama.

"Semua pihak terkait wajib menjamin keselamatan serta hak-hak kemanusiaan mereka, termasuk perlindungan dari kekerasan fisik maupun psikologis," kata Romi dalam pernyataan sikapnya, Kamis (20/5/2026).

Menurut Romi, misi kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi sesuai prinsip prinsip kemanusiaan universal dan hukum internasional.

Dirinya mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan relawan kemanusiaan, jurnalis, dan warga sipil di Palestina. 

Selain itu, kepedulian bersama juga penting untuk menjaga semangat solidaritas kemanusiaan bagi sesama. 

"Dunia internasional tidak boleh tinggal diam terhadap berbagai tindakan yang menghambat misi kemanusiaan di perairan internasional," kata Romi.

Dalam misi itu, relawan dari berbagai negara membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza. 

Selain membawa bantuan, mereka juga mengangkat perhatian dunia terhadap kondisi warga sipil Palestina.

Saat ini, masyarakat Gaza masih menghadapi keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya. 

Berbagai organisasi kemanusiaan terus berupaya menjaga akses bantuan bagi warga sipil.

Data GPCI mencatat sebanyak 50 dari 61 kapal kemanusiaan mengalami pencegatan dan tindakan paksa di perairan internasional. 

Situasi tersebut menunjukkan besarnya tantangan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini