News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Menhub Dudy: Investigasi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek Masih Berlangsung

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KECELAKAAN KERETA - proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, proses investigasi penyebab tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, hingga saat ini masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, proses investigasi penyebab tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, hingga saat ini masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dikatakan Dudy, Kementerian Perhubungan mendukung penuh pelaksanaan investigasi yang dilakukan secara independen, profesional, dan transparan guna mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh.

Baca juga: Berkaca dari Insiden Bekasi Timur, Komisi V DPR RI Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

“Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang sampai saat ini masih berlangsung oleh KNKT dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, dan transparan,” kata Dudy.

Selain mendukung proses investigasi, Kementerian Perhubungan juga memfokuskan langkah cepat dalam penanganan korban serta pemulihan operasional perjalanan kereta api agar layanan kepada masyarakat dapat kembali normal.

Dudy menegaskan, keselamatan dan pelayanan publik menjadi prioritas utama pemerintah dalam menangani dampak insiden tersebut.

“Kementerian Perhubungan memprioritaskan percepatan penanganan korban, pemulihan operasional perjalanan kereta api agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan pihaknya saat ini masih mendalami penyebab insiden tabrakan kereta api di Bekasi Timur.

"Pada presentasi ini kami hanya menyajikam data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," katanya.

"Namun dari presentasi kami nanti bisa diambil beberapa pemahaman kenapa kecelakaan tersebut bisa terjadi," tandasnya.

Baca juga: Menhub Sakit, DPR Tunda Bahas Tragedi Kereta Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang

Sebagai informasi, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. 

Insiden tragis ini bermula ketika sebuah taksi listrik dari perusahaan "Taksi Green SM" mengalami gangguan teknis dan mogok di tengah perlintasan sebidang.

Tak lama kemudian, rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line yang sedang berhenti ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang. 

Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong paling belakang KRL yang merupakan area khusus penumpang perempuan.

Tragedi ini mengakibatkan 16 orang meninggal, yang seluruhnya merupakan penumpang perempuan di gerbong tersebut, serta puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka. 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini