"Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis menghemat ratusan miliar." ungkap Dino.
2. Terapkan "Formula 1+8" di Acara Internasional
Jika Presiden memang harus hadir di forum internasional, Dino meminta Prabowo memanfaatkan momen tersebut semaksimal mungkin.
Dino mengusulkan Formula 1+8 yang memiliki arti agar dalam satu kunjungan acara internasional menghasilkan delapan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lainnya yang hadir di lokasi yang sama.
Cara ini dinilai jauh lebih efisien daripada menyambangi tiap negara para pemimpin yang dimaksud.
3. Transparan dan Terbuka kepada Publik
Di unggahan videonya tersebut, Dino juga menilai rakyat berhak tahu ke mana dan untuk apa Presiden pergi.
Dino mengkritik adanya perjalanan dinas yang terkesan mendadak tanpa informasi yang memadai.
Dengan perencanaan yang matang dan pengumuman yang terbuka sebelum berangkat, pemerintah bisa menghindari persepsi negatif dari masyarakat.
Baca juga: PDIP Sentil Perintah Prabowo soal Bahasa Prancis: Kurikulum Jangan Diputuskan Spontan
4. Lebih Sering Terima Tamu Negara di Indonesia
Alih-alih terus berkeliling dunia, Presiden Prabowo juga disarankan Dino untuk lebih banyak mengundang dan menjamu tamu negara di tanah air.
Dino mencontohkan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang sangat aktif menerima kunjungan pemimpin dunia di Beijing.
Cara ini ampuh menghemat anggaran sekaligus menunjukkan wibawa Indonesia sebagai tuan rumah.
5. Serahkan Tugas Diplomasi Taktis ke Menlu
Untuk urusan diplomasi tingkat menteri atau misi taktis tertentu, Dino menyarankan Prabowo agar sebaiknya mendelegasikan tugas tersebut kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
Dengan begitu, beban jadwal Presiden berkurang, anggaran lebih hemat, dan diplomasi Indonesia di tingkat global tetap berjalan lancar.
Saran-saran tersebut disampaikan Dino Patti Djalal sebagai bentuk kepedulian agar uang rakyat bisa dikelola secara lebih bijak.
Ia berharap masukan ini didengar oleh pemerintah demi menjaga efisiensi di tengah kondisi ekonomi yang sedang banyak disorot oleh publik.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan