Di lembaga tersebut, ia fokus mengintegrasikan program penanganan kemiskinan dengan pemenuhan gizi di wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
Selain di badan pengentasan kemiskinan, alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini juga sempat dipercaya masuk ke sektor korporasi negara.
Ia tercatat pernah diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada pertengahan Juni 2025 lalu.
Sebelum masuk ke ranah birokrasi dan BUMN, Nanik lebih dikenal sebagai tokoh yang memiliki kedekatan politik jangka panjang dengan Prabowo Subianto.
Ia aktif menjadi bagian dari tim sukses pasangan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.
Baca juga: Sosok Astrio Feligent, Jubir Gerindra Debat dengan Eks Ketua BEM UGM soal Nanik S Deyang Ketua BGN
Agustina Arumsari
Agustina Arumsari dikenal sebagai profesional bidang pengawasan keuangan dan pembangunan.
Agustina juga memiliki sejumlah sertifikasi profesional di bidang audit dan investigasi, seperti Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), dan Qualified Internal Auditor (QIA).
Agustina bisa dikatakan menjadi orang kepercayaan Prabowo.
Pada 19 Februari 2025, Agustina Arumsari dilantik Prabowo menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dikutip dari laman bpkp.go.id, Agustina Arumsari lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada 9 November 1970.
Saat ini, ia berusia 55 tahun.
Agustina menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) dan Diploma Empat (D4) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), masing-masing lulus pada 1992 dan 1998.
Usai menamatkan pendidikan D4, ia melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Hukum pada 2014.
Selain pendidikan formal, Agustina juga memiliki berbagai sertifikasi profesional di bidang audit dan investigasi keuangan.
Wanita kelahiran Purbalingga itu mengawali karier sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat.
Baca tanpa iklan