News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Anjlok

Protes Mahasiswa Kini Dimulai dari Semarang

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Jalan Imam Bardjo, Kota Semarang, Kamis (5/6/2026) pekan lalu. /Foto: Tangkapan Layar Youtube Tribun Jateng

Menurut Prasetyo, persoalan ekonomi merupakan isu yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan tenggat waktu yang ditentukan pihak tertentu.

Dia menegaskan upaya pemulihan ekonomi membutuhkan proses yang melibatkan koordinasi lintas sektor dan berbagai kebijakan yang saling mendukung.

"Tidak semua atau segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, berbicara kepada pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Namun demikian, Prasetyo menilai tuntutan yang disampaikan mahasiswa mencerminkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah, kata dia, memandang aspirasi tersebut sebagai masukan yang positif dan konstruktif.

Ia menyebut semangat yang dibawa kalangan mahasiswa pada dasarnya merupakan dorongan agar seluruh elemen bangsa semakin giat bekerja dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada saat ini.

"Semangatnya adalah bagaimana kita semua bekerja keras, terutama di sektor ekonomi. Tentunya kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan kepada pemerintah," ucapnya.

Prasetyo menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tekanan ekonomi yang terjadi.

Berbagai kementerian dan lembaga terkait, lanjutnya, terus berkoordinasi secara intensif guna merumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut dia, kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi beragam faktor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dinamika global.

Sebab itu, penyelesaiannya membutuhkan strategi yang komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara cepat.

"Beberapa hari ini saudara saksikan bahwa kita betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita ini yang memang tidak mudah dan dipengaruhi oleh banyak faktor," ujarnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyatakan optimisme bahwa berbagai langkah yang ditempuh pemerintah akan mampu meredam gejolak ekonomi, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah. 

Ia menilai, koordinasi yang kuat antarlembaga serta kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.

"Kami yakin langkah-langkah yang diambil dengan koordinasi yang erat, koordinasi yang intens, serta kebijakan yang saling memperkuat dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha akan dapat mengatasi permasalahan ini," ucapnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini