"Kami percaya bahwa kombinasi antara kekayaan sumber daya bioenergi Indonesia dan keunggulan teknologi Jepang akan membawa masa depan otomotif yang lebih cerah. Kerja sama ini bukan hanya antar pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta," ungkap Kazushige.
Dalam forum tersebut juga dibahas inisiatif kerja sama teknis dalam Biofuel Co-Creation Task Force antara METI, Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) dan Kementerian ESDM.
Kerjasama teknis menitikberatkan pada pengujian dan standardisasi bahan bakar E10 dan B50, serta rencana produksi etanol dan HVO pada 2027. Jepang sendiri menargetkan penerapan E10 pada 2030 dan E20 pada 2040.
Baca tanpa iklan