Baca Juga: Ingin Coba Meditasi? Kenali Dulu Tipe Meditasi yang Sesuai Kebutuhanmu
"Selain itu, kami ingin orang-orang tahu bahwa meskipun mereka tidak dapat menanam pohon, mereka dapat menunjukkan cintanya kepada lingkungan melalui pengalaman seperti forest bathing,” tambahnya.
Melansir dari The Guardian, forest bathing ditemukan pada tahun 1980-an. Tahun tersebut merupakan periode di mana orang Jepang benar-benar lelah karena terlalu banyak pekerjaan.
Selain itu, tekanan darah tinggi, masalah jantung dan masalah kesehatan mental sedang melanda warga Jepang.
Baca Juga: Stress Karena Pekerjaan? Coba Redakan dengan Bathtub Meditation Ini
Ahli kemudian menemukan bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi masalah kesehatan, bahan kimia yang dikeluarkan oleh tanaman dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Akhirnya, pemerintah Jepang secara resmi memasukkan shinrin-yoku ke dalam program kesehatan negara.
Cara melakukan forest bathing
Forest bathing dilakukan di alam terbuka dengan banyak pepohonan.
Peserta akan melakukan meditasi sederhana di tengah alam, bisa dengan duduk tenang di antara pepohonan atau berjalan-jalan mengelilingi area hijau tersebut.
Kemudian, peserta akan ditutup matanya dengan kain dan dipandu ke sebuah pohon secara individual.
Lalu peserta harus 'mengenal' pohon tersebut dengan menyentuhnya atau memeluknya.
Baca Juga: Dampak Negatif Hurry Sickness, Salah Satunya Bisa Picu Stres
Wah, forest bathing ini unik sekali ya, Kawan Puan!
Nah jika Kawan Puan tertarik mencoba, kamu dapat melakukan forest bathing di mana saja dan dengan siapa saja.
Namun pastikan ada ruang hijau terbuka yang cukup tenang dan sepi, agar tidak tertanggu saat melakukan proses meditasi tersebut. (*)
Baca tanpa iklan