Jika terlalu banyak menggunakan asam borat, hal buruk bisa terjadi seperti kerusakan ginjal, kegagalan akut sistem peredaran darah, atau kematian.
Untuk menghindari risiko tersebut, jangan gunakan asam borat pada kulit yang rusak dan jangan diminum secara oral.
Kemudian jika Kawan Puan sedang hamil, hindari penggunaan asam borat dalam bentuk apapun.
Baca Juga: Tak Hanya Makanan Bernutrisi, Lansia Juga Butuh Ini untuk Raih Hidup Berkualitas
8. Minyak oregano
Minyak oregano memang bisa digunakan untuk mengatasi infeksi vagina.
Tapi bukan oregano sembarangan ya, Kawan Puan.
Carilah minyak yang terbuat dari oregano liar atau origanum vulgare.
Minyak oregano liar mengandung timol dan carvacrol, yang merupakan antijamur yang kuat.
9. Probiotik
Probiotik supositoria digunakan untuk infeksi jamur vagina dengan cara kerja mengembalikan keseimbangan bakteri.
Suplemen probiotik mengandung strain bakteri Lactobacillus acidophilus yang dapat mengembalikan saluran pencernaan dan flora vagina.
Makan yoghurt adalah salah satu cara untuk meningkatkan probiotik.
Baca Juga: Bisa Turunkan Performa Kerja, Ini Dampak Buruk Overthinking
10. Minyak kelapa
Minyak kelapa adalah minyak lemak yang berasal dari daging buah kelapa.
Minyak ini memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sifat antijamur.
Hal ini dibuktikan dengan penelitian berjudul Comparison of Antimicrobial Activity of Chlorhexidine, Coconut Oil, Probiotics, and Ketoconazole on Candida albicans Isolated in Children with Early Childhood Caries: An In Vitro Study.
Hasil studi menunjukkan bahwa minyak kelapa efektif melawan Candidas albicans.
Untuk mengobati infeksi jamur vagina menggunakan minyak kelapa, pastikan membeli minyak kelapa organik murni.
Selanjutnya oleskan langsung pada area vagina.
Dengan membaca ulasan di atas kita semua jadi tahu ya, mengenai pengobatan infeksi jamur yang bisa dilakukan di rumah.
Akan tetapi, jika Kawan Puan berulang kali menderita infeksi jamur, segera konsultasi ke dokter untuk mendapat pengobatan lebih lanjut. (*)
Baca tanpa iklan