News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

KSP Dudung Jelaskan Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut bahwa warga di pedesaan tidak menggunakan dolar.

Penjelasan ini disampaikan Dudung menanggapi pertanyaan awak media di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang terus merosot hingga menyentuh angka Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dudung menilai, pernyataan Presiden Prabowo tersebut merujuk pada realitas sosial-ekonomi masyarakat desa yang kesehariannya bertransaksi menggunakan rupiah dan sangat bergantung pada sumber daya alam lokal.

"Ya itu kan beliau menyampaikan seperti itu artinya di masyarakat kan bahwa dolar itu kan rupiah yang dipakai di sana itu kan," ujar Dudung saat ditemui di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Mantan Kasad ini tak menampik bahwa pelemahan rupiah memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga di beberapa sektor.

Namun, ia menekankan bahwa ekosistem di pedesaan cenderung lebih tangguh karena melimpahnya sektor pangan.

"Masyarakat kan banyak sekarang dengan sumber daya alam yang berlimpah, terutama masalah pangan ya tanaman, ya pertanian lah, perkebunan. Dan dia justru bisa memanfaatkan ketahanan pangan itu sendiri untuk kehidupan sehari-harinya," ucap Dudung.

Baca juga: Tulus Abadi: Pernyataan Presiden Prabowo terkait Dolar AS Menyesatkan Masyarakat, Menggelikan

Oleh karena kemandirian pangan tersebut, Dudung menyebut warga desa tidak terlalu terdampak secara psikologis maupun teknis oleh fluktuasi mata uang asing.

Bahkan, menurutnya, hasil pertanian yang dijual petani ke pusat perbelanjaan atau pasar induk tetap memberikan keuntungan bagi ekonomi masyarakat bawah.

"Jadi dia tidak terlalu paham tentang bagaimana kenaikan dolar. Justru dia hasil-hasil pangan itu yang dia jual ke beberapa pusat perbelanjaan misalnya ke pasar induk dan sebagainya menguntungkan bagi masyarakat. Saya rasa itulah, karena mereka hidup dengan mandiri," paparnya.

Terkait polemik dan kekhawatiran yang muncul di kalangan menengah ke atas akibat kurs dolar yang melambung tinggi, Dudung mengingatkan bahwa fenomena ini merupakan dampak dari pasar global yang juga dirasakan oleh negara-negara lain.

Ia meminta publik tidak panik dan meyakini bahwa Presiden Prabowo sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Ya kita sikapi ajalah bagaimana. Saya yakin Pak Presiden sudah tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan dengan kenaikan dolar itu. Yang jelas pangan kita sekarang masih kuat sehingga mampu untuk menopang kenaikan itu," pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar Kala Rupiah Makin Melemah, Ekonom: Bapak Salah!

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini