Perceraian dan perpisahan cukup sulit, tetapi konflik yang terus berlanjut dengan orang tua lain dari seorang anak dapat mengikis kesehatan mental seorang ibu tunggal.
Penindasan, manipulasi, menahan tunjangan anak dan melanggar perjanjian perceraian adalah di antara banyak perilaku yang dikatakan wanita bercerai kepada kita yang mereka hadapi.
4. Perawatan Diri yang Tidak Memadai
Ibu tunggal begitu sibuk dan fokus pada anak-anak mereka sehingga mereka tidak menghabiskan cukup waktu untuk perawatan diri dan pembaruan.
“Hari spa” adalah impian bagi sebagian besar ibu tunggal, dan menemukan waktu untuk berolahraga sepertinya tidak mungkin.
Baca Juga: Tips Meningkatkan Kualitas Tidur Malam, Kurangi Kopi dan Buat Jadwal Istirahat
Perawatan diri memungkinkan perempuan untuk mengatasi tantangan mengasuh anak tunggal, tetapi kebanyakan ibu tunggal menempatkan perawatan mereka sendiri di urutan terakhir dalam daftar tugas mereka.
5. Kurang Dukungan
Ketika seorang perempuan menjadi seorang ibu tunggal, entah karena pilihan atau keadaan, teman-temannya sering pergi ketika dia sangat membutuhkan mereka.
Teman mungkin memilih sisi, merasa canggung atau tidak dapat berhubungan dengan realitas baru seorang ibu tunggal. Putusnya hubungan dari komunitas menimbulkan perasaan terasing dan putus asa.
6. Kekerasan dalam Rumah Tangga
Tingkat kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan telah mencapai tingkat yang tidak dapat ditoleransi di masyarakat. Sejumlah besar ibu yang mencari dukungan untuk hal itu.
Meskipun mereka telah membuat pilihan berani untuk pergi, trauma psikologis tetap ada dan dapat dengan mudah dipicu.
Baca tanpa iklan